MATARIAUNEWS -PELALAWAN — Ketua Cabang Forum Wartawan Lingkungan Environment Riau (FOWLER) Kabupaten Pelalawan, Tami Winata, melakukan peninjauan langsung ke lokasi kegiatan pembersihan saluran drainase yang digelar oleh tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di kawasan Kota Pangkalan Kerinci,Di tengah semangat kerja keras para petugas yang terlihat antusias membersihkan saluran, ia menyampaikan sorotan penting terkait kondisi drainase yang banyak sudah tertutup timbunan tanah dan lumpur, Selasa (30-Juni-2026)
Berdasarkan pantauan di lapangan, terlihat sejumlah ruas saluran air utama maupun lingkungan permukiman sudah tertutup endapan tanah setinggi 30 hingga 40 sentimeter. Bahkan di beberapa titik, permukaan tanah sudah hampir rata dengan bibir saluran, sehingga kedalaman aslinya berkurang drastis. Kondisi ini membuat daya tampung air berkurang dan aliran air menjadi lambat, sehingga sering menimbulkan genangan di jalan maupun pekarangan warga meski hujan turun dalam intensitas sedang.
“Saya sangat mengapresiasi semangat dan kerja keras anggota DLH yang sudah membersihkan saluran ini. Ini langkah yang sangat baik dan perlu didukung. Namun, kami juga melihat masalah utamanya bukan hanya sampah, melainkan saluran yang sudah tertutup tanah cukup tebal selama bertahun-tahun,” ujar Tami Winata.
Ia juga menegaskan bahwa pembersihan saja tidak cukup jika hanya dilakukan di bagian permukaannya.
“Agar berfungsi kembali dengan baik, saluran perlu dikeruk hingga mencapai kedalaman dan lebar standar. Jika tidak, dalam waktu singkat saluran akan kembali tersendat dan masalah genangan akan terulang lagi,” tambahnya.
Ketua FOWLER itu juga berharap pemerintah daerah khususnya instansi terkait dapat melakukan pengerukan kembali serta perawatan rutin dan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat agar turut menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah ke dalam saluran air.
“Kerja sama semua pihak adalah kunci agar drainase berfungsi maksimal dan risiko banjir dapat dicegah,” Tutupnya.

