Opini:Tanah Kalahkan Air di Dalam Drainase

Opini:Tanah Kalahkan Air di Dalam Drainase
Keterangan Foto: Drainase yang nyaris penuh Tanah

MATARIAUNEWS -Pelalawan-Saluran air atau drainase dibangun dengan tujuan yang sangat jelas dan mulia,menjadi jalur pengalir air hujan agar tidak meluap ke jalan raya maupun pemukiman, menjaga kelancaran lalu lintas, serta melindungi lingkungan dari risiko banjir dan kerusakan tanah. Ia adalah bagian tak terpisahkan dari prasarana umum yang pembangunannya dibiayai dari anggaran negara, untuk kepentingan kenyamanan dan keselamatan seluruh masyarakat,Jum'at(26/6/2026).

Namun jika kita mengamati kondisi di berbagai wilayah,jalan kabupaten, jalan kecamatan, maupun lingkungan desa, kita akan menemui satu kenyataan yang patut menjadi perhatian bersama. Di banyak titik, ruang yang seharusnya menjadi tempat mengalirnya air itu kini perlahan namun pasti terisi oleh tanah, lumpur, dan endapan benda padat lainnya. Lapisan demi lapisan menumpuk dari waktu ke waktu, hingga kedalaman saluran berkurang drastis, bahkan sebagian sudah nyaris rata dengan permukaan tanah pinggir jalan. Boleh dikatakan, dalam persaingan yang tidak seharusnya terjadi di sana, tanah telah “mengalahkan” air — ruang milik air kini dikuasai oleh tumpukan tanah dan kotoran.

Kondisi ini bukan muncul tiba?tiba, melainkan hasil dari proses yang berjalan lama. Ada tanah yang terbawa aliran air dan mengendap perlahan setiap kali hujan turun. Ada juga sisa material dari pekerjaan pembangunan atau perbaikan yang tidak dikelola dengan cara yang tepat, sehingga akhirnya masuk dan menumpuk di saluran terdekat. Belum lagi kurangnya jadwal pembersihan dan pengerukan berkala yang konsisten, sehingga tumpukan itu semakin tebal dan padat seiring berjalannya waktu.

Akibat yang dirasakan tidaklah ringan. Saat curah hujan tinggi, air tidak lagi memiliki ruang yang cukup untuk mengalir dengan lancar. Dalam waktu singkat terjadi genangan yang panjang, yang mempercepat kerusakan badan jalan, mengganggu aktivitas warga, dan meningkatkan risiko air masuk ke pekarangan rumah. Selain itu, air yang tidak mengalir baik juga membawa lebih banyak kotoran menuju sungai penerima, yang pada akhirnya dapat memengaruhi kualitas air dan keseimbangan ekosistem di hilir.

Masalah ini mengajarkan kita satu hal penting membangun prasarana hanyalah langkah awal merawat dan menjaganya agar tetap berfungsi adalah tugas yang lebih panjang dan berkelanjutan,Hal ini membutuhkan kerja sama yang terpadu,pihak pengelola wajib menyusun dan melaksanakan jadwal pemeliharaan yang teratur dan terukur, pelaksana pekerjaan harus mengelola sisa material dengan cara yang benar dan bertanggung jawab, serta seluruh warga perlu memiliki kesadaran bahwa saluran air bukanlah tempat pembuangan, melainkan milik dan pelindung bersama.

Kita tidak perlu saling menyalahkan, namun kita perlu saling mengingatkan dan bergerak bersama,Mengembalikan fungsi saluran air agar air kembali memiliki ruang yang layak adalah upaya yang sederhana namun dampaknya sangat besar bagi kenyamanan dan keamanan lingkungan kita.

Tujuan kita sama, ingin memiliki lingkungan yang rapi, aman dari banjir, dan terjaga kesehatannya. Mari kita pastikan ke depannya, air kembali menjadi penguasa utama di dalam saluran yang memang disediakan untuknya, bukan lagi tersisih oleh tumpukan tanah dan kelalaian kita.><><><

Berita Lainnya

Index