<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Latest Posts</title><link>https://matariaunews.com/</link><description>Latest posts of our site.</description><atom:link href="https://matariaunews.com/rss" rel="self" type="application/rss+xml" /><item><title>Bupati  perintah Satgas Percepat Penanganan Titik Rawan Banjir</title><link>https://matariaunews.com/news/detail/3929/bupati--perintah-satgas-percepat-penanganan-titik-rawan-banjir</link><description>&lt;p&gt;MATARIAUNEWS&#45;PELALAWAN&#45;Bupati Pelalawan H. Zukri, S.M., M.M. memerintahkan Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Banjir Kabupaten Pelalawan mempercepat penanganan titik&#45;titik rawan banjir, khususnya di wilayah Kota Pangkalan Kerinci. Arahan tersebut disampaikan Bupati melalui Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Pelalawan, Drs. Fakhrizal, M.Si., saat memimpin rapat Satgas Banjir di Ruang Rapat Dinas PUPR Kabupaten Pelalawan, Kamis (10/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rapat dihadiri Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pelalawan Irham Nisbar, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Faisal, S.STP., sejumlah lurah di Kecamatan Pangkalan Kerinci, serta kepala OPD terkait yang tergabung dalam Satgas Penanganan Banjir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam arahannya, Fakhrizal menegaskan bahwa sesuai instruksi Bupati, seluruh perangkat daerah harus bergerak cepat melakukan langkah&#45;langkah penanganan pada titik&#45;titik yang menghambat aliran air agar potensi banjir dapat diminimalisir. &quot;Fokus kita terlebih dahulu pada titik&#45;titik yang menghambat aliran air. Kalau memang ada yang harus dibuka atau ditangani segera, lakukan secepatnya. Jangan menunggu banjir datang baru kita bergerak.&quot; tegas Fakhrizal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menjelaskan, pada Tahun Anggaran 2026 Pemerintah Kabupaten Pelalawan telah menetapkan sembilan kegiatan prioritas penanganan banjir di Kota Pangkalan Kerinci yang dikoordinasikan oleh Dinas PUPR. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kapasitas drainase dan memperlancar aliran air di kawasan yang selama ini menjadi langganan genangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain pembangunan fisik, pemerintah juga memaksimalkan pemanfaatan seluruh peralatan yang tersedia untuk mempercepat pembersihan drainase sehingga aliran air dapat kembali berfungsi secara optimal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Beberapa pekerjaan drainase yang telah terlaksana dan sedang berjalan meliputi pembangunan drainase Jalan Lintas Timur seberang Toko Mas Sumbar Riau hingga Jalan Cempedak, pembangunan drainase Jalan Sekolah Gang At&#45;Tauhid III, Jalan Pinang Ujung, Jalan Ade Irma Suryani, serta Jalan Keluarga. Sementara itu, pembangunan dan penataan drainase Jalan Pemda juga akan segera dilaksanakan sebagai bagian dari program penanganan banjir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di sisi pemeliharaan, pemerintah juga akan melakukan pembersihan outlet drainase di Jalan BTN, samping GGM Studio, serta pembersihan drainase di Jalan Akasia, tepatnya di sekitar Ayam Penyet Baper.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Fakhrizal menambahkan, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemerintah Kabupaten Pelalawan telah membentuk tim pembersihan drainase berskala kecil yang terdiri dari 33 personel dalam tiga tim. Tim tersebut secara rutin menyisir drainase&#45;drainase yang tersumbat di Kota Pangkalan Kerinci untuk dilakukan pembersihan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apabila di lapangan diperlukan penanganan yang lebih besar, maka Pemerintah Kabupaten Pelalawan akan menurunkan personel dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Sementara itu, Dinas Perhubungan dan Satpol PP memberikan dukungan berupa pengamanan, rekayasa lalu lintas, serta membantu menciptakan kondusivitas di tengah masyarakat selama pekerjaan berlangsung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim terpadu juga melakukan koordinasi penanganan banjir di kawasan Jalan Akasia guna memastikan pekerjaan pembersihan drainase berjalan maksimal. Pemerintah berharap tim Satgas Banjir di bawah koordinasi DLH dapat bekerja tanpa hambatan serta memperoleh dukungan penuh dari masyarakat yang berada di sepanjang jalur drainase.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Fakhrizal juga meminta camat, lurah, RT dan RW terus menggerakkan masyarakat melalui kegiatan gotong royong membersihkan saluran drainase serta meningkatkan kesadaran untuk tidak membuang sampah ke parit maupun saluran air. &quot;Penanganan banjir merupakan kerja bersama. OPD yang menjadi leading sector harus bergerak cepat, sementara OPD lainnya memberikan dukungan sesuai tugas masing&#45;masing. Dengan kolaborasi yang baik, kita berharap penanganan banjir di Kota Pangkalan Kerinci dapat lebih maksimal dan pelayanan kepada masyarakat semakin baik.&quot; Tutupnya&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://matariaunews.com/assets/berita/original/56291589958-img-20260911-wa0030.jpg"/><pubDate>Fri, 11 Sep 2026 12:36:02 +0700</pubDate><guid>https://matariaunews.com/news/detail/3929/bupati--perintah-satgas-percepat-penanganan-titik-rawan-banjir</guid></item><item><title>Dalam Arahannya, Kepala DLH Pastikan Saluran Air Dibersihkan, Tanah, Kayu Lapuk dan Sampah Diangkut dengan Damtruk</title><link>https://matariaunews.com/news/detail/3928/dalam-arahannya-kepala-dlh-pastikan-saluran-air-dibersihkan-tanah-kayu-lapuk-dan-sampah-diangkut-dengan-damtruk</link><description>&lt;p&gt;PELALAWAN — Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pelalawan memberikan arahan kepada petugas untuk memastikan pembersihan saluran air dilakukan secara maksimal. Tidak hanya tanah dan lumpur, kayu lapuk serta sampah yang menjadi penghambat aliran turut diangkat dan diangkut menggunakan damtruk, Jum&apos;at (11&#45;9&#45;2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan pembersihan tersebut masih di jalan Akasia Kota Pangkalan kerinci, Semua ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kelancaran saluran air sekaligus mengantisipasi terjadinya genangan air saat datang hujan lebat.di lokasi terlihat jelas Petugas DLH mengeluarkan berbagai material yang telah menumpuk di dalam saluran air tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam arahannya, Kepala DLH menekankan agar petugas tidak hanya membersihkan bagian permukaan, tetapi memastikan material yang menjadi penyebab penyumbatan benar&#45;benar diangkat dari dalam saluran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kita pastikan saluran ini dibersihkan dengan baik. Tanah, kayu lapuk maupun sampah yang menghambat aliran harus diangkat dan jangan dibiarkan menumpuk kembali,” ujar Kepala DLH.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia juga meminta material hasil pembersihan segera diangkut menggunakan damtruk agar tidak kembali berserakan atau masuk ke saluran air.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Setelah material dikeluarkan, langsung kita angkut. Tujuannya supaya saluran kembali berfungsi dan aliran air bisa berjalan dengan lancar,” tambahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, mandor lapangan Narti mengatakan petugas menemukan sejumlah material yang menjadi penyumbat saluran, mulai dari endapan tanah hingga kayu lapuk dan sampah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Sesuai arahan, material yang menyumbat kita keluarkan seluruhnya. Tanah, kayu lapuk dan sampah dikumpulkan kemudian dimuat ke damtruk untuk diangkut,” jelas mandor.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, pembersihan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi saluran di lapangan,Petugas DLH juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah ke dalam saluran air. Pasalnya, saluran yang kembali dipenuhi sampah akan berpotensi mengalami penyumbatan dan menghambat aliran air.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pembersihan saluran ini diharapkan dapat mengoptimalkan fungsi drainase serta menjadi langkah antisipasi terhadap potensi genangan, khususnya ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://matariaunews.com/assets/berita/original/46089760253-inshot_20260911_121232319.jpg"/><pubDate>Fri, 11 Sep 2026 12:31:56 +0700</pubDate><guid>https://matariaunews.com/news/detail/3928/dalam-arahannya-kepala-dlh-pastikan-saluran-air-dibersihkan-tanah-kayu-lapuk-dan-sampah-diangkut-dengan-damtruk</guid></item><item><title>Warga Kuala Terusan dan Rantau Baru Desak PT PHI: Kemitraan 20 Persen dan Anak Sungai Jadi Sorotan</title><link>https://matariaunews.com/news/detail/3927/warga-kuala-terusan-dan-rantau-baru-desak-pt-phi-kemitraan-20-persen-dan-anak-sungai-jadi-sorotan</link><description>&lt;p&gt;PELALAWAN &amp;nbsp;– Tuntutan masyarakat Desa Kuala Terusan dan Desa Rantau Baru terhadap PT Permata Hijau Indonesia (PHI) kembali mencuat. Warga mendesak perusahaan merealisasikan kemitraan perkebunan masyarakat paling sedikit 20 persen dari areal HGU yang dikelola perusahaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tak hanya soal kemitraan, persoalan anak sungai, CSR hingga kesempatan kerja bagi masyarakat lokal turut menjadi sorotan dalam mediasi yang digelar Pemerintah Kabupaten Pelalawan bersama pihak PT PHI, Rabu (9/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Pelalawan, mulai pukul 09.40 hingga 11.30 WIB, dan dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Pelalawan Tengku Zulfan, didampingi Asisten I Setda Pelalawan Zulkifli.&lt;br&gt;Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala DLH Pelalawan Eko Novitra, Kepala Dinas Perkebunan Akhtar, Kepala DPMPSTP Budi Surlani, Kabag Tapem Roby Ardelino, Kepala Desa Kuala Terusan Hendri, Kepala Desa Rantau Baru Nurzikri Anton, serta perwakilan PT PHI.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari pihak perusahaan hadir Manajer Kebun PT PHI Darmuji dan perwakilan Humas PT PHI, Yusman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada kesempatan itu, Kepala Desa Kuala Terusan, Hendri, menyampaikan sedikitnya empat persoalan yang menjadi tuntutan masyarakat, yakni kemitraan/KKPA 20 persen, persoalan anak sungai, CSR perusahaan, serta kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Hendri, tuntutan kemitraan 20 persen telah diperjuangkan masyarakat selama beberapa tahun. Masyarakat berharap kemitraan tersebut dapat direalisasikan dari areal HGU PT PHI karena Desa Kuala Terusan tidak memiliki lahan kosong yang dapat digunakan untuk pembangunan kebun masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Masyarakat berharap ada titik jelas ke depan untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Kuala Terusan,” ujar Hendri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menegaskan, pemerintah desa meminta agar kewajiban perusahaan terhadap masyarakat sekitar dapat direalisasikan berdasarkan ketentuan peraturan perundang&#45;undangan yang berlaku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain kemitraan, masyarakat juga mempersoalkan keberadaan sejumlah anak sungai yang diduga telah ditimbun atau ditutup sehingga dikhawatirkan berdampak terhadap aktivitas dan sumber penghasilan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam rapat tersebut, informasi yang disampaikan berkaitan dengan 22 anak sungai di wilayah Kuala Terusan, sementara Desa Rantau Baru menyampaikan persoalan tiga anak sungai yang selama ini dimanfaatkan masyarakat dan disebut menjadi salah satu sumber pendapatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hal senada, Kepala Desa Rantau Baru, Nurzikri Anton, menyampaikan tuntutan serupa. Masyarakat meminta realisasi kemitraan 20 persen dari areal HGU PT PHI.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, masyarakat berharap persoalan anak sungai segera mendapat penyelesaian serta meminta perusahaan meningkatkan dukungan CSR dan memberikan kesempatan kepada warga setempat untuk bekerja sesuai kebutuhan dan kualifikasi perusahaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua Aliansi Pemuda dan Masyarakat Desa Kuala Terusan, Yosef Sihombing, juga mengungkapkan bahwa sebelumnya telah ada pembahasan mengenai alternatif usaha produktif dengan nilai ekonomi yang setara dengan kemitraan 20 persen.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, menurutnya, masih terdapat kendala karena perusahaan mensyaratkan pembangunan usaha pada lahan masyarakat, sementara Desa Kuala Terusan menghadapi keterbatasan lahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Manajemen PT PHI mengakui bahwa persoalan tersebut telah beberapa kali dibahas bersama masyarakat. Namun, hingga kini belum terdapat keputusan final.&lt;br&gt;Manajer PT PHI Darmuji mengatakan keputusan terkait tuntutan kemitraan merupakan kewenangan kantor pusat PT PHI di Medan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Untuk keputusan mutlak dari kantor pusat,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pihak perusahaan, lanjutnya, telah menyampaikan tuntutan masyarakat kepada kantor pusat dan meminta agar pihak pusat hadir dalam pembahasan untuk memberikan kepastian. Dalam rapat tersebut, pihak PT PHI juga menyatakan komitmen terhadap kemitraan 20 persen.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terkait CSR, perusahaan menyatakan mendukung program CSR sesuai mekanisme yang berlaku. Sementara mengenai tenaga kerja, perusahaan menyebut proses rekrutmen tetap disesuaikan dengan kebutuhan posisi dan kualifikasi yang ditetapkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk persoalan anak sungai, pihak perusahaan menyampaikan bahwa kondisi tersebut disebut telah ada sebelum PT PHI beroperasi, yakni pada masa PT LIH. Meski demikian, PT PHI menyatakan akan mencari solusi bersama pihak terkait.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Disamping itu, Asisten I Setda Pelalawan, Zulkifli, menegaskan persoalan anak sungai perlu segera dikomunikasikan dengan kantor pusat PT PHI karena menyangkut kehidupan dan mata pencaharian masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia juga meminta agar kantor pusat perusahaan hadir dalam pembahasan sehingga keputusan yang dihasilkan memiliki kepastian dan batas waktu yang jelas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Pelalawan, Akhtar, menjelaskan bahwa apabila kemitraan 20 persen direalisasikan untuk sejumlah desa, perlu dilakukan pemetaan dan inventarisasi wilayah terlebih dahulu guna menentukan proporsi masing&#45;masing desa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, jika pembangunan kebun secara fisik terkendala karena tidak tersedianya lahan, maka alternatif usaha produktif masyarakat dapat menjadi salah satu pilihan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bentuknya dapat berupa pertanian, perikanan, peternakan, UMKM maupun kegiatan ekonomi lainnya sesuai karakteristik masyarakat.&lt;br&gt;Dugaan Penutupan Anak Sungai Akan Diverifikasi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala DLH Pelalawan, Eko Novitra, mengatakan pihaknya sedang melakukan inventarisasi terkait persoalan anak sungai dan kegiatan reboisasi di dalam maupun di luar HGU.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Informasi mengenai 22 anak sungai yang diduga ditimbun atau ditutup akan diverifikasi melalui pengecekan lapangan. DLH juga meminta masyarakat menyerahkan data lokasi dan kondisi anak sungai sebagai bahan verifikasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Eko menyebut PT PHI juga sedang dalam pemeriksaan Kementerian Lingkungan Hidup terkait persoalan anak sungai di wilayah konsesi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam rapat tersebut terungkap PT PHI mengelola areal sekitar 8.700 hektare yang berada di sekitar delapan desa, yakni Kemang, Palas, Kuala Terusan, Rantau Baru, Padang Luas, Penarikan, Pangkalan Gondai dan Kesuma.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala DPMPSTP Pelalawan Budi Surlani menjelaskan PT PHI memiliki dua HGU, yakni HGU Nomor 0143 dan HGU Nomor 0144.&lt;br&gt;Kedua HGU tersebut berada di Kecamatan Langgam dan Kecamatan Pangkalan Kuras. HGU diterbitkan pada 5 Juli 2000 dan berakhir pada 5 Juli 2030, dengan total luas sekitar 8.710 hektare.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam mediasi tersebut, muncul tiga alternatif penyelesaian tuntutan kemitraan masyarakat.&lt;br&gt;Pertama, kemitraan 20 persen berbasis areal HGU PT PHI, yang didahului pemetaan dan inventarisasi bersama antara pemerintah, perusahaan dan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kedua, alternatif usaha produktif masyarakat apabila pembangunan kebun secara fisik tidak memungkinkan karena keterbatasan lahan.&lt;br&gt;Ketiga, pembangunan kebun masyarakat pada lahan yang tersedia di luar HGU atau lahan lain yang secara hukum dapat dimanfaatkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemkab Pelalawan juga mendorong PT PHI segera berkoordinasi dengan kantor pusat untuk memperoleh kepastian mengenai tuntutan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terkahir, Sekda Pelalawan Tengku Zulfan menegaskan pemerintah daerah akan terus mendorong penyelesaian persoalan tersebut.&lt;br&gt;Apabila tidak segera mendapatkan titik temu, Pemkab Pelalawan membuka kemungkinan melibatkan Forkopimda dalam proses penyelesaian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ini merupakan pertemuan awal atas laporan dan permohonan desa terkait persoalan yang terjadi. Pemerintah daerah akan membawa persoalan ini dalam GTRA dan menyurati pihak manajemen PT PHI di tingkat pusat,” demikian poin sikap Pemkab Pelalawan dalam pertemuan tersebut.***&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://matariaunews.com/assets/berita/original/11422961135-img-20260910-wa0041.jpg"/><pubDate>Thu, 10 Sep 2026 22:48:59 +0700</pubDate><guid>https://matariaunews.com/news/detail/3927/warga-kuala-terusan-dan-rantau-baru-desak-pt-phi-kemitraan-20-persen-dan-anak-sungai-jadi-sorotan</guid></item><item><title>BAP Runtuh di Persidangan, Terdakwa Kasus Pupuk Subsidi Pelalawan Merasa Terzalimi</title><link>https://matariaunews.com/news/detail/3926/bap-runtuh-di-persidangan-terdakwa-kasus-pupuk-subsidi-pelalawan-merasa-terzalimi</link><description>&lt;p&gt;MATARIAUNEWS &#45;PEKANBARU,— Sidang dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) penyimpangan penyaluran pupuk bersubsidi Kabupaten Pelalawan tahun 2019–2022 kembali digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Rabu (9/9/2026). Persidangan beragenda pemeriksaan saksi fakta ini diwarnai pencabutan dan ralat Keterangan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh para saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Pelalawan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;?Sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Delta Tamtama, S.H,M.H menghadirkan lima saksi fakta, yaitu Owen (Produsen pupuk urea), Ruvviyatni (Distributor), Bambang (Penyuluh pertanian), Armen Pane (Kelompok Tani penerima manfaat), serta Jefri (Staf distributor CV Kuala Raja).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;?Namun, fakta&#45;fakta hukum yang tertulis dalam BAP penyidikan gugur satu per satu saat diuji oleh Penasihat Hukum dan Majelis Hakim di ruang sidang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;?Tuduhan krusial mengenai dugaan aliran dana sebesar Rp 5000 per sak pupuk bersubsidi yang dialamatkan kepada terdakwa Armaita sama sekali tidak terbukti. Di hadapan sidang, tidak ada satu pun saksi yang mampu menyertakan bukti maupun fakta langsung terkait dugaan pemungutan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;?Selain itu, tuduhan penerimaan fasilitas laptop dan uang Rp.300.000 untuk penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) juga terbantahkan. Saksi Armen Pane tidak pernah menyerahkan Laptop dan uang kepada Armaita, dan Arman Pane menegaskan keterangannya di BAP yang sempat menyebut dirinya menyerahkan laptop secara langsung kepada Armaita. Di bawah sumpah, Pane meralat bahwa ia hanya mendengar keluhan Armaita saat rapat kelompok tani terkait keterbatasan fasilitas laptop. Keterangan ini diperkuat saksi Jefri yang mengaku tidak tahu&#45;menahu apakah laptop tersebut benar&#45;benar pernah diserahkan atau tidak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;?Tak hanya itu, tuduhan bahwa pengecer pupuk Rian Hidayat memiliki hubungan kekerabatan dengan Armaita terbukti hanya sekadar desas&#45;desus. Armen Pane mengakui informasi tersebut hanya ia dengar dari pihak lain (Ujang P, kini berstatus DPO) tanpa memiliki bukti sah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;?Ketidakselarasan keterangan saksi dengan BAP memicu teguran keras dari Majelis Hakim. Hakim Ketua menegaskan bahwa kesaksian yang berdasar pada asumsi maupun kabar burung (hearsay) tidak dapat diterima secara hukum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;?”Keterangan yang tidak benar dan berubah&#45;ubah ini tidak dapat dimasukkan sebagai alat bukti keterangan saksi yang sah,” tegas Majelis Hakim di ruang sidang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;?Kuasa hukum dari buk Armaita, Syamsul Harifin, SH mengatakan,,”dengan ?Runtuhnya tuduhan&#45;tuduhan utama di persidangan memperkuat keyakinan kami bahwa buk Armaita dalam penetapan status hukumnya sejak awal didasarkan pada BAP yang tidak akurat.saksi menolak semua keterangannya dalam BAP dikejaksaan.Pihak terdakwa menilai proses hukum ini diwarnai tindakan kriminalisasi dan penzaliman yang memicu rasa ketidakadilan mendalam bagi Armaita,”pungkasnya Syamsul Harifin.(Red)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://matariaunews.com/assets/berita/original/18449640589-img-20260910-wa0024.jpg"/><pubDate>Thu, 10 Sep 2026 20:02:37 +0700</pubDate><guid>https://matariaunews.com/news/detail/3926/bap-runtuh-di-persidangan-terdakwa-kasus-pupuk-subsidi-pelalawan-merasa-terzalimi</guid></item><item><title>Saluran Air Tersumbat Kembali Dicek, Satgas Banjir Turun Langsung ke Jalan Akasia Pangkalan Kerinci</title><link>https://matariaunews.com/news/detail/3925/saluran-air-tersumbat-kembali-dicek-satgas-banjir-turun-langsung-ke-jalan-akasia-pangkalan-kerinci</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;MATARIAUNEWS &#45;PELALAWAN —&lt;/strong&gt; Upaya mengantisipasi banjir dan genangan terus dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Banjir Kabupaten Pelalawan Oleh Asisten II H Fackrizal M,.Si , dan beberapa Steakholder lainya,Pengecekan saluran air yang sebelumnya ditemukan mengalami penyumbatan kembali dilakukan di jalan Akasia Kota Pangkalan kerinci,Kamis(10&#45;9&#45;2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengecekan dilakukan sebagai langkah antisipasi, mengingat saluran air memiliki peran penting dalam mengalirkan air hujan. Jika terjadi penyumbatan akibat endapan lumpur, sampah maupun material lainnya, aliran air dapat terganggu dan berpotensi menimbulkan genangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Koordinator Satgas Banjir Fackrizal bersama Kadis PUPR,dari pihak Satpol PP Kabid Penegakkan Perundang undangn daerah/GAKDA &amp;nbsp;Rachmadani Kamal,S.Sos,M.H.Kabid DLH Julian Eko Syahyuti SE dan diikti oleh pengawas lapangan DLH Sumiati yang sedang melakukan pemantauan kondisi saluran secara langsung. Setiap titik yang dianggap berpotensi menjadi penyebab tersendatnya aliran air menjadi perhatian untuk segera ditindaklanjuti.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;“Kita kembali melakukan pengecekan untuk memastikan saluran air ini benar&#45;benar berfungsi dengan baik. Jangan menunggu sampai terjadi banjir baru kita bergerak, tetapi harus dilakukan pencegahan sejak awal,”&lt;/strong&gt; ujar Koordinator Satgas Banjir dalam keterangan di lokasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, pengecekan secara berkala sangat diperlukan, terutama pada saluran yang sebelumnya diketahui mengalami penyumbatan atau pendangkalan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;“Kalau ditemukan ada penyumbatan, endapan atau material yang menghambat aliran, tentu akan kita tindak lanjuti. Intinya, kita ingin aliran air tetap lancar sehingga potensi genangan bisa diminimalkan,”&lt;/strong&gt; katanya.&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;Dalam pengecekan tersebut, Tim Satgas Barjir melihat kondisi saluran dari beberapa bagian untuk mengetahui titik yang mengalami hambatan. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap endapan lumpur dan sampah yang berpotensi mempersempit jalur aliran air.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;“Kita tidak hanya melihat di satu titik. Kondisi saluran harus dicek secara menyeluruh, karena penyumbatan di satu bagian bisa berdampak terhadap aliran air di bagian lainnya,”&lt;/strong&gt; jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menambahkan, penanganan banjir membutuhkan kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat. Selain pekerjaan teknis di lapangan, kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan saluran juga sangat diperlukan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;“Kami mengimbau masyarakat untuk sama&#45;sama menjaga saluran air. Jangan membuang sampah ke dalam drainase, karena kalau saluran tersumbat tentu yang merasakan dampaknya adalah masyarakat sendiri,”&lt;/strong&gt; tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Satgas Banjir menegaskan lagi bahwa pemantauan dan pengecekan saluran akan terus dilakukan pada sejumlah lokasi yang dinilai rawan genangan,Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan agar persoalan saluran air dapat diketahui dan ditangani sebelum menimbulkan dampak lebih besar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;“Kita ingin penanganan dilakukan sebelum masalah terjadi. Pengecekan seperti ini akan terus dilakukan, khususnya di titik&#45;titik yang memang perlu mendapat perhatian,”&lt;/strong&gt; pungkasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan kembali dilakukannya pengecekan di Jalan Akasia, diharapkan kondisi saluran dapat segera ditangani apabila ditemukan hambatan, sehingga aliran air tetap lancar dan risiko terjadinya genangan di kawasan tersebut dapat ditekan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masyarakat pun diharapkan ikut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya bersama dalam mencegah banjir di Kota Pangkalan Kerinci.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://matariaunews.com/assets/berita/original/2866279043-inshot_20260910_133658037.jpg"/><pubDate>Thu, 10 Sep 2026 15:02:43 +0700</pubDate><guid>https://matariaunews.com/news/detail/3925/saluran-air-tersumbat-kembali-dicek-satgas-banjir-turun-langsung-ke-jalan-akasia-pangkalan-kerinci</guid></item><item><title>Jalan Akasia Disasar Kembali, KADIS DLH: Kita Pastikan Drainase Bersih Menuju Jalan Lintas</title><link>https://matariaunews.com/news/detail/3924/jalan-akasia-disasar-kembali-kadis-dlh-kita-pastikan-drainase-bersih-menuju-jalan-lintas</link><description>&lt;p&gt;MATARIAUNEWS &#45;PELALAWAN — Menjelang musim hujan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pelalawan memperketat pembersihan saluran air. Kali ini, tim DLH membersihkan drainase di Jalan Akasia, Pangkalan Kerinci, jalur yang menghubungkan pemukiman warga menuju jalan lintas utama,Rabu(9&#45;9&#45;2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Puluhan petugas tampak bekerja membersihkan tumpukan Samph &amp;nbsp;dan endapan lumpur yang menyumbat saluran air. Kegiatan ini diprioritaskan agar air tidak meluap dan mengganggu kelancaran lalu lintas maupun kenyamanan warga yang melintas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala DLH Pelalawan, Eko Novitra S.T,M,.Si Via WhatsApp mengatakan kepada Awak Media, Setalah kemarin pihaknya &amp;nbsp;mengatasi di depan Bank Mega, sekarang DLH kembli melanjutkan untuk di jalan Akasia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Jalan Akasia ini terhubung langsung ke jalan lintas. Jika drainase di sini tersumbat, dampaknya dirasakan banyak pihak&amp;nbsp; bukan hanya warga sekitar, tapi semua pengguna jalan. Makanya lokasi ini &amp;nbsp;kami Atensikan lagi&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di lokasi terlihat juga Pengawas lapangan Sumiati bersama tiga mandor nya,Ruslaini,Narti dan Tandil,selain mengatur jalannya pekerjaan itu,mereka juga meneliti titik rawan banjir serta mencari solusi perbaikan untuk kedepannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Eko menambahkan, pembersihan drainase akan dilakukan secara bertahap ke titik&#45;titik lain yang rawan genangan. Langkah ini dilakukan agar masyarakat tidak perlu menunggu komplain dulu untuk mendapatkan pelayanan yang layak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kami ingin hadir sebelum masalah datang. Kebersihan dan kenyamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama,&quot; tambahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Warga setempat menyambut baik apa yang di lakukan pihak DLH Pelalawan,ia berharap pemeliharaan seperti ini terus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan,agar Segala sesuatu yang tidak kita inginkan tidak terjadi lagi,tidak hanya harapan,para pekerja juga mendapat minuman dari warga tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Saya sangat berterima kasih kepada DLH Pelalawan. Selama ini kami khawatir setiap hujan turun, jalan selalu tergenang dan menyulitkan kami yang lewat. Sekarang kami merasa lega. Semoga ini bukan hanya hari ini saja, tapi terus dijaga kebersihannya agar kami nyaman tinggal di sini,&quot; ungkapnya&amp;nbsp; dengan senyum tulus.&amp;gt;&amp;lt;&amp;gt;&amp;lt;&amp;gt;&amp;lt;&amp;gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://matariaunews.com/assets/berita/original/75518970353-inshot_20260909_083526475.jpg"/><pubDate>Wed, 09 Sep 2026 09:42:09 +0700</pubDate><guid>https://matariaunews.com/news/detail/3924/jalan-akasia-disasar-kembali-kadis-dlh-kita-pastikan-drainase-bersih-menuju-jalan-lintas</guid></item><item><title>Ketua FOWLER Pelalawan Lontarkan Pujian, Gerak Cepat Satgas Banjir Tuai Apresiasi</title><link>https://matariaunews.com/news/detail/3923/ketua-fowler-pelalawan-lontarkan-pujian-gerak-cepat-satgas-banjir-tuai-apresiasi</link><description>&lt;p&gt;PELALAWAN — Gerak cepat Satuan Tugas (Satgas) Banjir Kabupaten Pelalawan dalam memantau sejumlah titik rawan banjir mendapat apresiasi dari Ketua Forum wartawan lingkungan environment Riau (FOWLER) Pelalawan, Selasa (8&#45;9&#45;2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apresiasi tersebut disampaikan setelah Satgas Banjir turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi sejumlah lokasi yang dinilai memiliki potensi genangan, sekaligus memastikan langkah antisipasi dapat dilakukan sejak dini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua FOWLER Pelalawan Tami Winata menilai langkah Satgas yang tidak hanya menunggu laporan, tetapi aktif turun melihat kondisi lapangan, merupakan bentuk keseriusan dalam menghadapi potensi banjir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami memberikan apresiasi terhadap gerak cepat Satgas Banjir. Turun langsung ke lapangan tentu lebih baik, karena kondisi sebenarnya bisa dilihat dan persoalan yang ditemukan dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Ketua FOWLER Pelalawan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, apa yang di lakukan satgas Banjir ini sudah sangat &amp;nbsp;tepat sekali,penanganan banjir meang &amp;nbsp;tidak seharusnya hanya dilakukan ketika air sudah menggenangi permukiman atau ruas jalan. dengan memetakan titik rawan dan memastikan saluran air berfungsi secara optimal itu sudah langka bagus sekali dari pemerintah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Pemantauan seperti ini merupakan langkah penting untuk mengantisipasi persoalan sejak awal,” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam pemantauan tersebut, Koordinator Satgas Banjir Kabupaten Pelalawan, Asisten II H. Fackrizal M.Si, bersama jajaran terkait terus mengecek kondisi sejumlah titik rawan banjir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengecekan lapangan dilakukan untuk melihat kondisi drainase dan saluran air, termasuk mengidentifikasi potensi penyumbatan maupun persoalan lain yang dapat memicu terjadinya genangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua FOWLER Pelalawan Tami Winata berharap gerak cepat tersebut terus dipertahankan dan diikuti dengan tindakan konkret terhadap setiap persoalan yang ditemukan di lapangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia juga mengajak masyarakat ikut berperan dalam mencegah banjir dengan menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke saluran air.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Pemerintah dan Satgas sudah bergerak. Masyarakat juga harus ikut menjaga lingkungan. Penanganan banjir tidak bisa dilakukan satu pihak saja, tetapi membutuhkan kerja sama semua pihak,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan pemantauan rutin, koordinasi lintas sektor serta respons cepat terhadap titik rawan, diharapkan potensi banjir di Kabupaten Pelalawan dapat ditekan dan aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan aman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gerak cepat di lapangan menjadi perhatian. Bagi Ketua FOWLER Pelalawan, langkah Satgas Banjir tersebut merupakan sinyal positif bahwa pencegahan banjir mulai dilakukan secara serius dan tidak sekadar menunggu bencana terjadi.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://matariaunews.com/assets/berita/original/15859717967-inshot_20260908_161434732.jpg"/><pubDate>Tue, 08 Sep 2026 16:23:02 +0700</pubDate><guid>https://matariaunews.com/news/detail/3923/ketua-fowler-pelalawan-lontarkan-pujian-gerak-cepat-satgas-banjir-tuai-apresiasi</guid></item><item><title>Asisten II Fackrizal Terus Pantau Lokasi Rawan Banjir, Didampingi Camat Pangkalan Kerinci</title><link>https://matariaunews.com/news/detail/3922/asisten-ii-fackrizal-terus-pantau-lokasi-rawan-banjir-didampingi-camat-pangkalan-kerinci</link><description>&lt;p&gt;MATARIAUNEWS &#45;PELALAWAN — Koordinator Satuan Tugas (Satgas) Banjir Kabupaten Pelalawan, Asisten II Setdakab Pelalawan H. Fackrizal, M.Si., terus melakukan pemantauan terhadap sejumlah lokasi yang rawan terjadi banjir di wilayah Kota Pangkalan Kerinci.Selasa(8&#45;9&#45;2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kegiatan tersebut, H. Fackrizal didampingi Camat Pangkalan Kerinci Junaidi S.Pd.M,.Si Keduanya turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi saluran air, drainase serta titik&#45;titik yang berpotensi menimbulkan genangan saat curah hujan meningkat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemantauan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi sekaligus memastikan kondisi infrastruktur pengendalian air tetap berfungsi dengan baik yang juga di dampingi oleh kasi PUPR,Kabid Kegiatan,Pihak Lurah Kerinci Kota dan RT/RW setempat di Jalan BTN Lama,Pemerintah daerah juga terus mengidentifikasi berbagai persoalan di lapangan yang dapat menjadi penyebab terjadinya genangan maupun banjir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;H. Fackrizal menegaskan, penanganan banjir membutuhkan langkah cepat dan konkret, terutama pada kawasan yang selama ini menjadi titik rawan. Kondisi saluran air dan drainase menjadi salah satu perhatian utama agar aliran air dapat berjalan dengan lancar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kita terus melakukan pemantauan di lapangan. Titik&#45;titik yang rawan harus kita identifikasi dan segera dilakukan langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan,&quot; ujar Fackrizal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Camat Pangkalan Kerinci Junaidi yang kerap disapa Jhon Sro ini juga menyampaikan bahwa pihak kecamatan siap berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait dalam upaya mengantisipasi potensi banjir di wilayahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain Para Steakholder yang berada di lokasi, terlihat juga alat berat sudah bekerja membersihkan dan perbaikan infrastruktur baik jalan ataupun drainase yang sebagaimana menjadi kelu kesah warga selama ini,Pemantauan secara langsung diharapkan dapat menghasilkan langkah penanganan yang tepat, sehingga masyarakat, khususnya yang berada di kawasan rawan banjir, dapat lebih terlindungi ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemerintah Kabupaten Pelalawan juga mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah ke saluran air yang dapat menyebabkan penyumbatan dan menghambat aliran air.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://matariaunews.com/assets/berita/original/66652449957-inshot_20260908_153646439.jpg"/><pubDate>Tue, 08 Sep 2026 15:55:02 +0700</pubDate><guid>https://matariaunews.com/news/detail/3922/asisten-ii-fackrizal-terus-pantau-lokasi-rawan-banjir-didampingi-camat-pangkalan-kerinci</guid></item><item><title>Asisten II H. Fackrizal M.Si Bersama Kabid DLH Julian Eko Kembali ke Lokasi, Pastikan Pekerjaan Berjalan</title><link>https://matariaunews.com/news/detail/3921/asisten-ii-h-fackrizal-msi-bersama-kabid-dlh-julian-eko-kembali-ke-lokasi-pastikan-pekerjaan-berjalan</link><description>&lt;p&gt;MATARIAUNEWS &#45;PELALAWAN — Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Pelalawan, H. Fackrizal M.Si, bersama Kepala Bidang pengendalian persampahan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pelalawan, Julian Eko, kembali turun ke lokasi pekerjaan untuk memastikan penanganan saluran air berjalan dengan baik,Selasa (8&#45;9&#45;2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hadirnya Asisten II Fackrizal bersama Julian Eko di lokasi tersebut&amp;nbsp; sebagai bentuk pemantauan langsung terhadap pekerjaan yang sedang dilaksanakan di lapangan termasuk kondisi saluran yang sebelumnya menjadi perhatian masyarakat ,mereka juga meninjau bagian&#45;bagian saluran yang sedang dikerjakan serta memastikan proses pembersihan dan penanganan dilakukan secara maksimal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Langkah turun langsung ke lapangan dinilai penting agar setiap kendala yang ditemukan dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti. Dengan demikian, pekerjaan tidak hanya sebatas perencanaan, tetapi benar&#45;benar memberikan dampak bagi masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kita ingin memastikan pekerjaan yang dilakukan di lapangan berjalan dengan baik dan sesuai kebutuhan. Kalau ada kendala, segera kita lihat dan carikan langkah penanganannya,” ujar H. Fackrizal M.Si.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Kabid DLH Julian Eko memastikan pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap pekerjaan tersebut hingga selesai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, DLH terus berupaya melakukan penanganan terhadap saluran air yang membutuhkan pembersihan, terutama pada titik&#45;titik yang terdapat endapan lumpur maupun material yang berpotensi menghambat aliran air.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Iya semaksimal mungkin kami akan melakukan penanganan yang terbaik untuk masyarakat, Pungkasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kehadiran Asisten II bersama jajaran DLH di lokasi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan pekerjaan benar&#45;benar terlaksana dan kondisi saluran dapat kembali berfungsi dengan baik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemantauan akan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan hasil pekerjaan sesuai dengan target serta dapat mendukung kelancaran aliran air di kawasan tersebut.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://matariaunews.com/assets/berita/original/89954816167-img_20260908_112016.jpg"/><pubDate>Tue, 08 Sep 2026 11:48:19 +0700</pubDate><guid>https://matariaunews.com/news/detail/3921/asisten-ii-h-fackrizal-msi-bersama-kabid-dlh-julian-eko-kembali-ke-lokasi-pastikan-pekerjaan-berjalan</guid></item><item><title>Sesuai Instruksi DLH Pelalawan Berantas Endapan Lumpur di Jalan Kota Pangkalan Kerinci</title><link>https://matariaunews.com/news/detail/3920/sesuai-instruksi-dlh-pelalawan-berantas-endapan-lumpur-di-jalan-kota-pangkalan-kerinci</link><description>&lt;p&gt;MATARIAUNEWS &#45;PANGKALAN KERINCI — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pelalawan bergerak cepat melakukan pembersihan endapan lumpur yang menumpuk dan telah menutupi saluran air kawasan jalan Kota Pangkalan Kerinci,&amp;nbsp;&lt;br&gt;Selasa (8&#45;9&#45;2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pembersihan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut instruksi yang di sampaikan oleh Koordinator Satgas Banjir Asisten II H Fackrizal M,.Si kepada DLH Pelalawan siang kemarin, oleh karena itu,untuk memastikan saluran air tetap berfungsi dengan baik dan tidak mengalami penyumbatan Petugas DLH Pelalawan turun langsung ke lapangan dengan membersihkan endapan lumpur serta material lain yang berada di dalam Drainase.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan terhadap potensi genangan air di kawasan perkotaan,Kondisi saluran yang dipenuhi endapan dapat mengurangi daya tampung dan memperlambat aliran, sehingga perlu dilakukan pembersihan secara berkala.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam pelaksanaannya, petugas DLH Pelalawan &amp;nbsp;bekerja di sejumlah titik saluran air di kawasan jalan Kota Pangkalan Kerinci dengan menurunkan tiga tim di lokasi tersebut, tidak hanya sekedar bekerja,para mandor di lapangn juga memperhatikan serta mengamati kondisi saluran dan lingkungan sekitar agar material hasil pengerukan tidak kembali masuk ke dalam drainase.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala DLH Pelalawan Eko Novitra S.T,M,.Si juga mengimbau kepada masyarakat untuk bersama&#45;sama menjaga kebersihan saluran air. Masyarakat diminta tidak membuang sampah maupun material lainnya ke dalam drainase yang dapat menyebabkan penyumbatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan dilakukannya pembersihan tersebut, diharapkan saluran air di kawasan Kota Pangkalan Kerinci dapat kembali mengalir lebih lancar serta mampu mengurangi potensi terjadinya genangan ketika curah hujan meningkat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;DLH Pelalawan memastikan kegiatan pemeliharaan saluran akan terus dilakukan sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan dan kelancaran sistem drainase perkotaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://matariaunews.com/assets/berita/original/99795404291-inshot_20260908_111308166.jpg"/><pubDate>Tue, 08 Sep 2026 11:28:55 +0700</pubDate><guid>https://matariaunews.com/news/detail/3920/sesuai-instruksi-dlh-pelalawan-berantas-endapan-lumpur-di-jalan-kota-pangkalan-kerinci</guid></item><item><title>Koordinator Satgas Banjir Asisten II H.Fackrizal M,.Si Tinjau Lokasi Rawan Banjir Bersama Lurah Kerinci Kota</title><link>https://matariaunews.com/news/detail/3919/koordinator-satgas-banjir asisten-ii-hfackrizal-msi-tinjau-lokasi-rawan-banjir-bersama-lurah-kerinci-kota</link><description>&lt;p&gt;MATARIAUNEWS &#45;PELALAWAN — Koordinator Satuan Tugas (Satgas) Banjir Kabupaten Pelalawan, Asisten II Kabupaten Pelalawan H.Fackrizal, M.Si, turun langsung meninjau di sejumlah lokasi yang berpotensi rawan banjir di wilayah Kelurahan Kerinci Kota, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Senin (7/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peninjauan tersebut dilakukan bersama Lurah Kerinci Kota sebagai langkah antisipasi menghadapi musim hujan. Tim melihat langsung kondisi drainase dan saluran air yang dinilai perlu mendapat perhatian agar aliran air dapat berjalan dengan baik&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kegiatan tersebut, Fackrizal juga memastikan kondisi di lapangan serta mengidentifikasi titik&#45;titik yang berpotensi menimbulkan genangan air apabila intensitas hujan meningkat seperti di jalan lintas timur depan bank mega sampai ke jalan Pemda BTN lama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai Koordinator Satgas Banjir, Asisten II Fachrizal menekankan pentingnya langkah pencegahan dilakukan lebih awal. Kondisi saluran air, drainase, serta jalur aliran air perlu dipantau dan ditangani sebelum curah hujan tinggi terjadi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Peninjauan ini merupakan bagian dari upaya kita melakukan antisipasi. Titik&#45;titik rawan harus kita identifikasi sejak dini sehingga penanganannya bisa dilakukan sebelum terjadi banjir,&quot; ujar Fackrizal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Lurah Kerinci Kota menyampaikan kesiapan pihak kelurahan untuk berkoordinasi dengan Satgas Banjir dan instansi terkait dalam melakukan langkah&#45;langkah penanganan di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kita siap melakukan langkah yang terbaik bagi masyarakat, dan kita juga akan terus berkoordinasi dengan pihak lainnya untuk melakukan pencegahan terhadap masalah banjir ini, pungkasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan adanya peninjauan itu, H Fachrizal bersama kelurahan Kota pangkalan kerinci meminta kepada DLH Pelalawan untuk turunkan Tim nya ke lokasi tersebut agar bisa segera di bersihkan sehingga dampak genangan terhadap aktivitas masyarakat dapat diminimalkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemerintah Kabupaten Pelalawan bersama jajaran terkait juga terus mendorong sinergi di lapangan sebagai bagian dari upaya menghadapi potensi banjir, khususnya menjelang meningkatnya intensitas hujan.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://matariaunews.com/assets/berita/original/88419050316-psx_20260907_211744.jpg"/><pubDate>Mon, 07 Sep 2026 21:51:45 +0700</pubDate><guid>https://matariaunews.com/news/detail/3919/koordinator-satgas-banjir asisten-ii-hfackrizal-msi-tinjau-lokasi-rawan-banjir-bersama-lurah-kerinci-kota</guid></item><item><title>Kepala DLH Eko Novitra Minta Tidak Hanya Saluran Air, Tapi Juga Bersihkan Tumpukan Sampah di Berbagai Titik</title><link>https://matariaunews.com/news/detail/3918/kepala-dlh-eko-novitra-minta-tidak-hanya-saluran-air-tapi-juga-bersihkan-tumpukan-sampah-di-berbagai-titik</link><description>&lt;p&gt;PELALAWAN — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pelalawan tidak hanya fokus membersihkan saluran drainase, namun sekaligus menyasar lokasi&#45;lokasi tumpukan sampah yang tersebar di sepanjang Jalan Akasia Kelurahan Kerinci Barat, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan,Aksi bersih&#45;bersih ini dilakukan secara serentak pada Senin (7/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Puluhan petugas DLH dibagi ke dalam beberapa tim untuk membersihkan saluran air yang tersumbat sekaligus mengangkut tumpukan sampah yang menumpuk di pinggir jalan utama, area pemukiman warga, dan lokasi rawan lainnya di kawasan tersebut. Sampah&#45;sampah tersebut dikumpulkan ke dalam karung plastik dan diangkut menggunakan truk pengangkut sampah untuk ditimbun di tempat pembuangan akhir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala DLH Pelalawan, Eko Novitra ST.M,.Si menjelaskan bahwa langkah ini diambil agar kebersihan lingkungan Pelalawan benar&#45;benar terjaga secara menyeluruh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kami tidak hanya membersihkan saluran air agar lancar saat musim hujan, tetapi juga sekaligus menyasar lokasi&#45;lokasi tumpukan sampah lainnya. Ini agar Pelalawan tidak hanya bebas dari banjir, tetapi juga bersih dari sampah di mana pun, khususnya di sepanjang jalan utama yang menjadi wajah Kabupaten Pelalawan,&quot; ujar Eko Novitra.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menambahkan, tumpukan sampah yang tidak tertangani tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga berpotensi menjadi sumber penyakit dan mencemari lingkungan. Oleh karena itu, pembersihan dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kami berkomitmen terus melakukan pemantauan. Namun dukungan masyarakat sangat diharapkan&amp;nbsp; jangan buang sampah sembarangan. Kebersihan Pelalawan adalah tanggung jawab kita bersama,&quot; Tutupnya&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://matariaunews.com/assets/berita/original/66456127635-img_20260907_095920.jpg"/><pubDate>Mon, 07 Sep 2026 10:37:16 +0700</pubDate><guid>https://matariaunews.com/news/detail/3918/kepala-dlh-eko-novitra-minta-tidak-hanya-saluran-air-tapi-juga-bersihkan-tumpukan-sampah-di-berbagai-titik</guid></item><item><title>Tak Disangka! Kebun Melon Ketua RT di Pangkalan Kerinci Diserbu Warga, 800 Buah Sudah Punya Nama</title><link>https://matariaunews.com/news/detail/3917/tak-disangka-kebun-melon-ketua-rt-di-pangkalan-kerinci-diserbu-warga-800-buah-sudah-punya-nama</link><description>&lt;p&gt;MATARIAUNEWS&#45;PANGKALAN KERINCI &amp;nbsp;— Siapa sangka lahan kosong berukuran 15 x 30 meter di tengah kawasan Pangkalan Kerinci Kota, Kabupaten Pelalawan, Riau, bisa berubah menjadi kebun melon yang justru membuat warga rela datang dan memetik buah sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adalah Mahadi Nugroho, Ketua RT 003 RW 08 Pangkalan Kerinci Kota, yang menyulap lahan kosong tersebut menjadi kebun melon produktif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebanyak 350 batang melon ditanam Mahadi dengan tiga varietas, yakni Melon Golden, Melon Ceria dan Melon Merlin. Kini, hasilnya mulai dipanen.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun ada yang menarik dari kebun melon milik Mahadi. Warga yang membeli tidak sekadar datang mengambil buah yang sudah dipanen. Mereka justru datang langsung ke kebun, memilih, kemudian memetik sendiri melon yang telah mereka pesan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Uniknya lagi, hampir setiap buah melon yang siap panen sudah memiliki pemilik. Satu per satu buah diberi tanda berupa kertas bertuliskan nama konsumen. Dengan cara tersebut, warga sudah mengetahui melon mana yang menjadi miliknya dan tinggal menunggu waktu panen.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari sekitar 800 buah melon yang dihasilkan, sebagian besar bahkan telah dipesan warga.&lt;br&gt;Ketika buah mulai matang, konsumen datang bergantian ke kebun untuk memetik langsung buah pilihannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suasana seperti inilah yang membuat kebun melon Mahadi berbeda. Kebun bukan hanya menjadi tempat budidaya, tetapi juga berubah menjadi ruang interaksi antara petani dan konsumen.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bahkan, tingginya antusiasme masyarakat membuat produksi melon yang ada belum mampu memenuhi seluruh permintaan.&lt;br&gt;Banyak warga yang datang ke kebun, namun harus pulang dengan tangan kosong karena seluruh buah sudah memiliki pemilik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hal tersebut disampaikan Mahadi saat kebunnya dikunjungi Ketua JMSI Kabupaten Pelalawan, Erik Suhenra, Sabtu (5/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Erik juga ikut merasakan pengalaman memetik langsung melon dari kebun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Alhamdulillah, 350 batang dengan diperkirakan jumlah buah lebih kurang 800 buah melon ini, setengahnya sudah dipanen langsung oleh pembeli. Diperkirakan masih ada sekitar 200 buah lagi yang saat ini berangsur&#45;angsur dipanen oleh pembeli,&quot; ujar Mahadi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, tingginya minat masyarakat menjadi kejutan sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan budidaya melon.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Banyak sekali yang datang pak, sehingga tidak kebagian buah melon. Kita ada tiga jenis melon di sini, di antaranya Melon Golden, Melon Ceria dan Melon Merlin. Pembeli langsung panen di kebun kita,&quot; ucapnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari Lahan Kosong Menjadi Peluang Usaha&lt;br&gt;Bagi Mahadi, kebun melon ini bukan semata&#45;mata soal menghasilkan buah dan mendapatkan keuntungan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lebih dari itu, ia ingin membuktikan bahwa lahan kosong yang selama ini tidak termanfaatkan dapat diubah menjadi sumber ekonomi sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Budidaya melon juga dinilai memiliki potensi yang cukup besar apabila dikelola secara serius. Antusiasme masyarakat yang rela datang langsung ke kebun menjadi sinyal bahwa pasar buah segar hasil budidaya lokal cukup menjanjikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Model penjualan langsung seperti yang dilakukan Mahadi juga memberikan pengalaman berbeda bagi konsumen. Mereka bisa melihat sendiri proses budidaya, memilih buah, sekaligus memetik melon yang akan dibawa pulang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Bukan hanya untuk saya, mudah&#45;mudahan ini menjadi awal bagi kami para petani melon untuk mengembangkan usaha budidaya melon,&quot; harap Mahadi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia berharap ke depan semakin banyak masyarakat maupun petani yang tertarik mempelajari budidaya melon.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Mudah&#45;mudahan ke depan para petani dan teman&#45;teman bisa belajar bersama untuk mengembangkan potensi budidaya melon yang luar biasa mantap ini,&quot; pungkasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari lahan kosong seluas 450 meter persegi, Mahadi kini telah menghadirkan lebih dari sekadar kebun. Ada peluang usaha, pengalaman bertani, dan sebuah pelajaran sederhana bahwa lahan yang terbatas pun bisa menghasilkan sesuatu yang bernilai, jika dikelola dengan kemauan dan ketekunan.***&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://matariaunews.com/assets/berita/original/84305219134-img-20260906-wa0017.jpg"/><pubDate>Sun, 06 Sep 2026 15:51:33 +0700</pubDate><guid>https://matariaunews.com/news/detail/3917/tak-disangka-kebun-melon-ketua-rt-di-pangkalan-kerinci-diserbu-warga-800-buah-sudah-punya-nama</guid></item><item><title>Tak Terlihat dari Atas, Petugas DLH Pelalawan Masuk Langsung ke Dalam Saluran Air</title><link>https://matariaunews.com/news/detail/3916/tak-terlihat-dari-atas-petugas-dlh-pelalawan-masuk-langsung-ke-dalam-saluran-air</link><description>&lt;p&gt;MATARIAUNEWS &#45;PELALAWAN — Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pelalawan turun langsung ke dalam saluran drainase untuk melakukan pengecekan sekaligus pembersihan di Jalan Lintas Timur, Kota Pangkalan Kerinci, Sabtu (5/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mengantisipasi potensi genangan dan banjir menjelang musim hujan tiba. Kegiatan ini dilaksanakan atas arahan Bupati Pelalawan H. Zukri melalui Asisten II H. Fackrizal, M.Si., serta Camat Pangkalan Kerinci Junaidi, S.Pd., M.Si ,selaku koordinator satgas banjir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kegiatan tersebut, petugas DLH tidak hanya melakukan pemeriksaan dari permukaan. Sejumlah petugas bahkan masuk langsung ke dalam saluran air yang berada di bawah permukaan untuk memastikan kondisi bagian dalam saluran yang tidak dapat terlihat dari atas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dengan menyusuri bagian dalam saluran, termasuk mengecek titik&#45;titik yang berpotensi mengalami penyumbatan akibat sampah maupun endapan lumpur, salah satunya di jalan lintas timur depan PT RAPP saat ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kondisi tersebut menjadi perhatian karena penyumbatan yang berada di bagian dalam saluran dapat menghambat aliran air. Jika tidak ditangani, kondisi itu berpotensi menyebabkan air meluap dan menimbulkan genangan ketika curah hujan tinggi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim lapangan DLH Kabupaten Pelalawan melaksanakan pembersihan di bawah arahan Kepala DLH Pelalawan, Eko Novitra, melalui pengawas &amp;nbsp;Sumiati dan para mandor di lapangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Petugas terlihat bekerja secara langsung dengan mengangkat sampah dan endapan lumpur yang ditemukan di dalam saluran. Pembersihan dilakukan pada sejumlah titik untuk memastikan jalur air kembali berfungsi dan alirannya tidak terhambat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala DLH Pelalawan Eko Novitra mengatakan, pemeriksaan tidak cukup hanya dilakukan dari permukaan karena sejumlah persoalan justru berada di bagian dalam saluran,ia juga menegaskan pengerjaan nya juga harus di lakukan secara hati hati,tetap jaga kesehatan di tengah asap karhutla masih menyelimuti langit Pelalawan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Yang tidak terlihat dari atas bisa menjadi masalah di bawah. Kami tidak boleh hanya melihat permukaan nya saja,saya juga meminta kepada pekerja agar terus berhati&#45;hati dalam bertugas,jaga kesehatan dan pakai masker sebab asap karhutla belum sepenuhnya hilang,” ujar Eko Novitra.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, pembersihan saluran secara menyeluruh merupakan bagian dari langkah antisipasi menghadapi musim hujan, khususnya pada kawasan yang memiliki potensi mengalami genangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan tersebut mendapat perhatian dari warga yang menyaksikan langsung proses pembersihan. Warga berharap upaya yang dilakukan pemerintah daerah melalui petugas DLH dapat membantu mengurangi risiko genangan ataupun banjir, khususnya di sekitar Jalan Lintas Timur dan kawasan permukiman maupun pusat pemerintahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan pemeriksaan dan pembersihan yang dilakukan langsung hingga ke bagian dalam saluran, diharapkan fungsi drainase dapat tetap optimal sehingga aliran air berjalan lancar ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://matariaunews.com/assets/berita/original/91585555252-img_20260905_093150.jpg"/><pubDate>Sat, 05 Sep 2026 10:09:50 +0700</pubDate><guid>https://matariaunews.com/news/detail/3916/tak-terlihat-dari-atas-petugas-dlh-pelalawan-masuk-langsung-ke-dalam-saluran-air</guid></item><item><title>Antisipasi Musim Hujan, Bupati Zukri Perintahkan Satgas Banjir &amp; PT RAPP Tinjau Langsung Lokasi Rawan Banjir</title><link>https://matariaunews.com/news/detail/3915/antisipasi-musim-hujan-bupati-zukri-perintahkan-satgas-banjir--pt-rapp-tinjau-langsung-lokasi-rawan-banjir</link><description>&lt;p&gt;MATARIAUNEWS &#45;PELALAWAN – Mengantisipasi potensi banjir yang dapat terjadi saat musim hujan, Bupati Pelalawan H ZUKRI memerintahkan Asisten II &amp;nbsp;H.Fachrizal M.Si selaku Koordinator Satgas Banjir bersama Camat Pangkalan kerinci Junaidi S.Pd,M,.Si dan jajaran manajemen PT RAPP Mabrur untuk turun langsung melakukan pengecekan lokasi yang dinilai perlu mendapat perhatian,Jum&apos;at(4&#45;September&#45;2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengecekan lapangan tersebut dilakukan sebagai langkah awal untuk melihat secara langsung kondisi lokasi serta mengidentifikasi berbagai potensi yang dapat menyebabkan terjadinya genangan maupun banjir saat curah hujan tinggi ,yang menjadi titik Fokus Tim saat ini adalah jalan akasia,jalan pemda, jalan btn lama dan &amp;nbsp;jalan lintas timur &amp;nbsp;depan PT RAPP.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kegiatan tersebut, kedua Pihak bersama&#45;sama melihat kondisi di lapangan dan membahas sejumlah langkah yang dinilai perlu dilakukan. Penanganan tidak hanya bersifat reaktif ketika banjir terjadi, tetapi diupayakan melalui langkah&#45;langkah konkret sebelum memasuki musim penghujan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Asisten II &amp;nbsp;Fachrizal selaku Koordinator Satgas Banjir menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, pihak kecamatan dan perusahaan dalam melakukan upaya pencegahan banjir,dan untuk langkah awalnya Tim satgas akan mengintruksikan kepada kepala DLH Pelalawan dan Kabid DLH agar bisa menurunkan tim ke lokasi besok pagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Pengecekan langsung ke lapangan ini penting agar kita mengetahui kondisi sebenarnya. Dari hasil pengecekan, kita bisa menentukan langkah&#45;langkah konkret yang harus dilakukan sebelum musim hujan dan kita juga meminta kepada DLH Pelalawan untuk menurunkan tim nya besok pagi,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Camat turut menyampaikan bahwa koordinasi lintas pihak sangat diperlukan agar potensi persoalan di lapangan dapat segera ditangani. Dengan turun langsung, setiap pihak dapat melihat kondisi dan kebutuhan penanganan secara bersama&#45;sama, Camat Juga meminta kepada masyarakat agar terus menjaga kebersihan,buang la Sampah pada tempatnya, mari kita jaga kebersihan kota kita.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Mari kita jaga kebersihan kota kita ini,buang la sampah pada tempatnya,kata pak asisten II kebersihan itu separoh dari iman,&quot;Kata Camat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pihak manajemen RAPP Mabrur juga ikut melakukan peninjauan serta koordinasi terkait langkah penanganan yang diperlukan di lapangan. Sinergi tersebut diharapkan dapat menghasilkan solusi yang tepat dan dapat dilaksanakan sebelum curah hujan meningkat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Langkah antisipasi ini diharapkan mampu meminimalkan risiko banjir dan dampaknya terhadap masyarakat. Selain itu, pengecekan lapangan menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan menghadapi musim hujan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan adanya koordinasi dan langkah konkret sejak dini, pemerintah bersama pihak terkait berharap potensi banjir dapat dicegah atau setidaknya diminimalkan, sehingga masyarakat dapat menjalani musim penghujan dengan lebih aman dan nyaman.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://matariaunews.com/assets/berita/original/43550753497-psx_20260904_133340.jpg"/><pubDate>Fri, 04 Sep 2026 14:08:54 +0700</pubDate><guid>https://matariaunews.com/news/detail/3915/antisipasi-musim-hujan-bupati-zukri-perintahkan-satgas-banjir--pt-rapp-tinjau-langsung-lokasi-rawan-banjir</guid></item><item><title>Belasan Tahun Perjuangkan Tanah Leluhur, Warga Siak Klaim Lahan di Luar HGU PTPN V Malah Ditanami Sawit</title><link>https://matariaunews.com/news/detail/3914/belasan-tahun-perjuangkan-tanah-leluhur-warga-siak-klaim-lahan-di-luar-hgu-ptpn-v-malah-ditanami-sawit</link><description>&lt;p&gt;MATARIAUNEWS &#45;SIAK &amp;nbsp;— Perjuangan mempertahankan tanah leluhur belum juga menemukan titik terang. Belasan tahun lamanya, masyarakat Desa Lubuk Dalam dan Desa Pangkalan Pisang, Kabupaten Siak, mengaku terus memperjuangkan lahan yang mereka klaim sebagai tanah peninggalan orang tua dan leluhur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Persoalan semakin menjadi perhatian lantaran warga menduga sebagian lahan yang kini ditanami kelapa sawit oleh Perusahaan Terbatas Perkebunan Nusantara (PTPN) V tersebut berada di luar Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tak hanya soal lahan, masyarakat juga mengungkapkan adanya sejumlah makam leluhur yang berada di kawasan yang kini ditanami sawit.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Teranyar, perwakilan masyarakat dari dua desa tersebut mengikuti hearing bersama Komisi II DPRD Kabupaten Siak pada 21 Juli 2026. Pertemuan tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi II DPRD Siak, Sujarwo, SM, dan turut dihadiri perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Siak serta pihak PTPN V.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Koordinator Lapangan masyarakat dua desa, Samsi Mancar, mengatakan perjuangan mempertahankan tanah leluhur tersebut telah berlangsung selama belasan tahun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, lahan yang dahulu dikuasai dan dimanfaatkan oleh orang tua mereka kini telah berubah menjadi areal perkebunan kelapa sawit.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami hanya minta hak kami sebagai anak kemenakan. Bahkan sawit yang ditanami berada di luar HGU perusahaan,” ujar Samsi kepada media ini, Kamis (3/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Samsi mengungkapkan, persoalan tersebut bukan hanya menyangkut tanah untuk kepentingan ekonomi masyarakat, tetapi juga berkaitan dengan keberadaan makam para leluhur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menyebut sejumlah makam orang tua dan leluhur masyarakat bahkan telah berada di kawasan yang kini ditanami kelapa sawit.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Banyak kuburan leluhur yang tergusur karena sawit perusahaan,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menegaskan, masyarakat tidak sedang mencari keuntungan berlebihan. Mereka hanya ingin tanah yang selama ini mereka klaim sebagai warisan leluhur dapat diperjelas statusnya dan diberikan penyelesaian yang adil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ke mana kami mencari keadilan di kampung kami sendiri? Kami hanya ingin mempertahankan tanah leluhur atau tanah orang tua kami terdahulu,” tutur Samsi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan masyarakat selama bertahun&#45;tahun untuk mencari penyelesaian, termasuk menyampaikan persoalan tersebut kepada pemerintah dan lembaga legislatif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hearing bersama Komisi II DPRD Siak pada Juli lalu menjadi salah satu upaya masyarakat untuk mendapatkan kepastian mengenai status lahan yang mereka persoalkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Samsi berharap pemerintah dan negara tidak membiarkan persoalan tersebut berlarut&#45;larut. Ia meminta pemerintah turun langsung untuk memastikan status dan batas lahan yang dipersoalkan, termasuk memastikan apakah lahan yang ditanami sawit tersebut berada di dalam atau di luar HGU perusahaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Negara harus hadir membantu kami masyarakat yang lemah ini. Kami sudah tua&#45;tua. Harapan kami, dengan adanya lahan leluhur kami, anak cucu kami nantinya bisa hidup dan memiliki masa depan,” pungkasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masyarakat kini berharap proses penyelesaian tidak berhenti pada hearing, tetapi berlanjut pada langkah konkret untuk memastikan kepastian hukum dan keadilan atas tanah yang mereka perjuangkan selama belasan tahun. (Tim)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://matariaunews.com/assets/berita/original/10833536454-img-20260903-wa0005.jpg"/><pubDate>Thu, 03 Sep 2026 15:27:50 +0700</pubDate><guid>https://matariaunews.com/news/detail/3914/belasan-tahun-perjuangkan-tanah-leluhur-warga-siak-klaim-lahan-di-luar-hgu-ptpn-v-malah-ditanami-sawit</guid></item><item><title>PT Musim Mas Perkuat Kolaborasi Lawan Karhutla, Dukung Green Policing dan Lindungi Masyarakat Pelalawan.</title><link>https://matariaunews.com/news/detail/3913/pt-musim-mas-perkuat-kolaborasi-lawan-karhutla-dukung-green-policing-dan-lindungi-masyarakat-pelalawan</link><description>&lt;p&gt;MATARIAUNEWS &#45;PELALAWAN —Komitmen PT Musim Mas dalam membantu pemerintah mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Pelalawan, Riau, terus diperkuat. Perusahaan tidak hanya bergerak ketika api telah muncul, tetapi mengedepankan pencegahan dini, kesiapsiagaan personel, penguatan sarana pemadam, edukasi masyarakat, hingga kolaborasi lintas sektor.&lt;br&gt;General Manager PT Musim Mas, Jerry Liu, mengatakan upaya pencegahan karhutla dilakukan jauh sebelum musim kemarau tiba.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://matariaunews.com/gambar/images/6a93a1f06f9a6.jpg&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;Langkah tersebut dinilai penting mengingat secara geografis Kabupaten Pelalawan termasuk wilayah yang memiliki tingkat kerawanan karhutla cukup tinggi saat musim kemarau.&lt;br&gt;“Kalau kita melihat geografis Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau ini memang termasuk paling rawan karhutla saat kemarau. Makanya upaya pencegahan dan pemadaman harus dilakukan terus&#45;menerus, termasuk upaya pencegahan sejak dini jauh hari sebelum kemarau tiba,” kata Jerry di sela kunjungan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Ph.D., di Kecamatan Ukui, Jumat (28/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://matariaunews.com/gambar/images/6a93a20d47fe3.jpg&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;Menurut Jerry, kepedulian PT Musim Mas terhadap persoalan karhutla bukan program yang baru muncul ketika kebakaran terjadi. Komitmen tersebut telah dijalankan selama bertahun&#45;tahun melalui berbagai kegiatan yang melibatkan perusahaan, pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional.&lt;br&gt;Salah satu langkah utama dilakukan melalui sosialisasi pencegahan dan simulasi penanganan karhutla secara rutin. Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai instansi terkait, di antaranya BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Lingkungan Hidup, Manggala Agni, TNI dan Polri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;https://matariaunews.com/gambar/images/6a93a2258b30c.jpg&quot;&gt;&lt;br&gt;Pelatihan tidak berhenti pada penyampaian teori di dalam ruangan, tetapi dilanjutkan dengan simulasi lapangan. Tujuannya agar regu pemadam perusahaan maupun masyarakat desa memiliki keterampilan, kesiapan dan kecepatan dalam menghadapi potensi kebakaran.&lt;br&gt;Secara internal, PT Musim Mas juga memiliki regu pemadam kebakaran yang dikoordinasikan oleh personel bersertifikat. Perusahaan menyiapkan berbagai sarana dan prasarana pemadaman untuk mendukung respons cepat ketika terjadi kebakaran di wilayah perusahaan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;maupun membantu penanganan di kawasan sekitar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Komitmen tersebut semakin diperkuat melalui program Masyarakat Bebas Api (MBA). Program ini menggandeng pemerintah desa, lembaga adat, tokoh masyarakat, TNI, Polri serta berbagai elemen lainnya untuk membangun kesadaran bahwa pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama.&lt;br&gt;Melalui program MBA, PT Musim Mas juga menjalin nota kesepahaman dengan pemerintah desa dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla. Desa yang mampu menjaga wilayahnya tetap bebas dari karhutla&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mendapatkan apresiasi berupa dukungan peralatan pemadam dan reward sebagai bentuk penghargaan atas keberhasilan menjaga lingkungan.&lt;br&gt;“Ini rutin dilaksanakan sebagai upaya mendorong optimalisasi pencegahan dini serta kesiapsiagaan kita semua terhadap potensi karhutla saat kemarau,” ujar Jerry.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak hanya mengedepankan penindakan terhadap kebakaran, PT Musim Mas juga berupaya memberikan solusi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Melalui program CSR,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;perusahaan membantu kegiatan pembukaan dan pembersihan lahan sehingga masyarakat memiliki alternatif yang lebih aman dan ramah lingkungan.&lt;br&gt;Perusahaan juga mengerahkan alat berat untuk membuat sumur di sejumlah desa. Infrastruktur tersebut memiliki manfaat ganda, yakni membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat dan pertanian sekaligus menjadi sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk penanganan karhutla saat musim kemarau.&lt;br&gt;Memasuki musim kemarau 2026, dukungan PT Musim Mas diwujudkan secara langsung di lapangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;Sejak 24 Agustus 2026, perusahaan mengirimkan tim perbantuan ke lokasi karhutla di Kecamatan Kerumutan dengan kekuatan 12 personel pemadam, satu unit mini excavator PC75, enam unit mesin pompa, enam selang hisap, 12 roll selang buang, tujuh unit nozel serta sejumlah peralatan pendukung lainnya.&lt;br&gt;Alat berat tersebut turut dimanfaatkan untuk membantu membuat sekat bakar guna melokalisasi api agar tidak semakin meluas. Langkah ini menjadi bagian dari respons cepat perusahaan dalam mendukung tim gabungan sekaligus membantu melindungi kawasan dan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;masyarakat di sekitar lokasi kebakaran.&lt;br&gt;Manager Humas PT Musim Mas, Malinton H. Purba, S.H., mengatakan kolaborasi dengan aparat keamanan juga terus diperkuat. Salah satunya melalui patroli karhutla bersama Polres Pelalawan di wilayah hukum Polres Pelalawan, termasuk kawasan konsesi PT Musim Mas di Kecamatan Pangkalan Kuras.&lt;br&gt;Patroli tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap program Green Policing Polda Riau. Dalam kegiatan yang dihadiri Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, S.I.K., General Manager PT Musim Mas Jerry Liu dan jajaran terkait, dilakukan pula penanaman pohon di sejumlah titik areal konsesi sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.&lt;br&gt;Jerry menegaskan PT Musim Mas berkomitmen menjaga agar tidak terjadi karhutla di wilayah HGU perusahaan. Komitmen tersebut didukung&lt;/p&gt;&lt;p&gt;patroli rutin, kesiapan sarana pemadam, embung air, sekat kanal, sekat bakar serta kolaborasi dengan masyarakat melalui program Masyarakat Bebas Api.&lt;br&gt;Selain itu, PT Musim Mas secara berkala melaksanakan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan karhutla dengan melibatkan BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, DLH, Dinas Perkebunan dan Peternakan, camat, kepala desa serta tim masyarakat bebas api binaan.&lt;br&gt;Perusahaan juga memberikan reward hingga Rp25 juta bagi desa yang berhasil menjaga wilayahnya bebas dari karhutla setiap tahun.&lt;br&gt;Kepedulian perusahaan tidak berhenti pada aspek pemadaman. Di tengah dampak asap akibat karhutla, PT Musim Mas turut memberikan perhatian kepada masyarakat melalui bantuan sosial berupa minyak goreng dan masker. Penyiraman jalan pada musim&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kemarau juga dilakukan bersama pemerintah kecamatan untuk mengurangi debu serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat pengguna jalan.&lt;br&gt;Bupati Pelalawan H. Zukri, S.M., M.M., mengapresiasi kepedulian dan kontribusi PT Musim Mas dalam membantu pemerintah mencegah serta menangani karhutla. Menurutnya, sinergi antara perusahaan, pemerintah, TNI, Polri dan masyarakat sangat penting untuk memperkuat pencegahan dini, mempercepat penanganan kebakaran, melindungi warga terdampak serta menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Pelalawan.&lt;br&gt;Apresiasi serupa disampaikan Kalaksa BPBD Pelalawan Zulfan, M.Si. Ia menilai dukungan PT Musim Mas berupa personel, peralatan pemadam, patroli dan kolaborasi bersama pemerintah serta masyarakat sangat membantu memperkuat kesiapsiagaan dan mempercepat&lt;/p&gt;&lt;p&gt;penanganan karhutla di lapangan.&lt;br&gt;“Kami mengapresiasi kepedulian PT Musim Mas. Sinergi seperti ini sangat penting untuk memperkuat kesiapsiagaan, mempercepat pemadaman dan mencegah api meluas,” ujar Zulfan.&lt;br&gt;Dengan berbagai langkah tersebut, PT Musim Mas menempatkan pencegahan sebagai garda terdepan menghadapi ancaman karhutla. Edukasi, pelatihan, patroli, kesiapan personel dan peralatan, pengelolaan sumber air, bantuan kepada masyarakat, hingga dukungan terhadap Green Policing menjadi rangkaian upaya yang terus diperkuat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan karhutla, melindungi masyarakat dan menjaga lingkungan Pelalawan tetap lestari.**** Rls&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://matariaunews.com/assets/berita/original/17803803167-img-20260830-wa0014.jpg"/><pubDate>Sun, 30 Aug 2026 10:23:47 +0700</pubDate><guid>https://matariaunews.com/news/detail/3913/pt-musim-mas-perkuat-kolaborasi-lawan-karhutla-dukung-green-policing-dan-lindungi-masyarakat-pelalawan</guid></item><item><title>OPINI:SETIAP TAHUN ASAP DATANG — KAPAN KITA BERHENTI MENYEBABKANNYA?</title><link>https://matariaunews.com/news/detail/3912/opinisetiap-tahun-asap-datang-—-kapan-kita-berhenti-menyebabkannya</link><description>&lt;p&gt;MATARIAUNEWS &#45;PELALAWAN &#45;Asap kembali menelan Pelalawan. Anak&#45;anak batuk, lansia sesak, sekolah terhenti. Dan ini terjadi lagi, dan lagi, minggu (30/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita bilang ini takdir. Bohong. Lebih dari 90% api di Pelalawan adalah ulah tangan manusia. Kita membakar lahan, lalu berdoa hujan turun. Kita menunggu penyelamat, padahal kitalah pelakunya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepada Pemerintah: Tegakkan aturan tanpa pandang bulu. Cegah sebelum api membesar, jangan hanya memadamkan setelah semuanya terlambat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepada Perusahaan: CSR bukan sumbangan sembako, tanggung jawab terbesarmu adalah tidak membakar lingkungan sekitar. Jadilah teladan, bukan masalah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepada Masyarakat ,Membakar itu murah hari ini, tapi mahal harganya besok. Asap yang kau buat di ladang, kembali masuk ke rumahmu sendiri. Ada cara lain — mari belajar bersama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita tidak butuh helikopter lebih banyak. Kita butuh keberanian lebih besar:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&#45; Satu orang berhenti membakar = satu api dicegah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&#45;Satu orang berani mengingatkan = satu kebaikan menular&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&#45;Satu pejabat tegas = satu keadilan ditegakkan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hujan boleh terlambat. Tapi kesadaran kita tidak boleh. Langit tidak akan menyelamatkan kita jika kita sendiri menghancurkan bumi ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cukup sudah. Tahun ini adalah tahun terakhir kita berduka karena api. Bersama, kita hentikan sekarang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua Fowler Pelalawan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Suara Rakyat, Suara Alam&quot;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://matariaunews.com/assets/berita/original/97133781564-inshot_20260830_010313747.jpg"/><pubDate>Sun, 30 Aug 2026 01:06:51 +0700</pubDate><guid>https://matariaunews.com/news/detail/3912/opinisetiap-tahun-asap-datang-—-kapan-kita-berhenti-menyebabkannya</guid></item><item><title>Pemerhati Lingkungan Eka Fowler Provinsi: Damkar Pahlawan Berjibaku Padamkan Api Hingga Malam Hari</title><link>https://matariaunews.com/news/detail/3911/pemerhati-lingkungan-eka-fowler-provinsi-damkar-pahlawan-berjibaku-padamkan-api-hingga-malam-hari</link><description>&lt;p&gt;MATARIAUNEWS &#45;PELALAWAN — Dedikasi para petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pelalawan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa RantauBaru &amp;nbsp;mendapat apresiasi dari Pemerhati Lingkungan Eka Fowler Provinsi Riau Jum&apos;at(28/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;Eka menilai, perjuangan para petugas Damkar di lapangan patut mendapat penghargaan. Mereka tetap berjibaku memadamkan kobaran api hingga malam hari, meski harus berhadapan dengan panas, asap, serta kondisi medan yang cukup sulit.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;“Bagi kami, petugas Damkar adalah pahlawan di lapangan. Ketika sebagian masyarakat sudah beristirahat, mereka masih berjuang memadamkan api dan mencegah agar kebakaran tidak semakin meluas,” ujar Eka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;Menurutnya, penanganan Karhutla membutuhkan kerja keras dan kekompakan seluruh pihak. Petugas Damkar bersama tim lainnya harus terus mendapatkan dukungan agar proses pemadaman dapat berjalan maksimal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;Eka juga mengajak masyarakat untuk bersama&#45;sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan. Pencegahan, menurutnya, jauh lebih penting agar kejadian serupa tidak terus berulang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;“Jangan hanya melihat api yang berhasil dipadamkan, tetapi lihat juga perjuangan para petugas yang berada di garis depan. Mereka mempertaruhkan tenaga dan waktu demi keselamatan lingkungan dan masyarakat,” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;Ia berharap perhatian dan dukungan terhadap para petugas Damkar terus diberikan, termasuk dalam hal perlengkapan dan sarana pendukung di lapangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;“Damkar adalah pahlawan lingkungan. Mereka bekerja saat dibutuhkan, bahkan hingga malam hari. Mari kita apresiasi perjuangan mereka dan bersama&#45;sama cegah Karhutla,” tutup Eka.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://matariaunews.com/assets/berita/original/65953079142-psx_20260828_230416.jpg"/><pubDate>Fri, 28 Aug 2026 23:44:40 +0700</pubDate><guid>https://matariaunews.com/news/detail/3911/pemerhati-lingkungan-eka-fowler-provinsi-damkar-pahlawan-berjibaku-padamkan-api-hingga-malam-hari</guid></item><item><title>Ketua FOWLER Pelalawan Turun ke Lokasi Karhutla, Bantu Petugas Damkar Padamkan Api</title><link>https://matariaunews.com/news/detail/3910/ketua-fowler-pelalawan-turun-ke-lokasi-karhutla-bantu-petugas-damkar-padamkan-api</link><description>&lt;p&gt;MATARIAUNEWS &#45;PELALAWAN — Ketua Forum Wartawan Lingkungan Environment Riau (FOWLER) Pelalawan Tami Winata turun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Di Desa Rantau Baru Pangkalan kerinci untuk membantu petugas pemadam kebakaran (Damkar)dalam upaya memadamkan kobaran api Serta melakukan pendinginan,Jum&apos;at(28/8/2026).&lt;img src=&quot;https://matariaunews.com/gambar/images/6a915a937cac8.jpeg&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kehadiran Ketua FOWLER Pelalawan di lokasi menjadi bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan serta dukungan kepada petugas yang tengah berjibaku mengendalikan kebakaran. Dengan kondisi di lapangan yang cukup sulit, petugas harus bekerja ekstra keras agar api tidak semakin meluas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di lokasi, Ketua FOWLER Pelalawan Bersama relawan Fowler Sarkawi turut membantu petugas Damkar dalam proses pemadaman dan pengendalian api. Selain membantu secara langsung, ia juga melihat kondisi lahan yang terdampak serta situasi di sekitar titik kebakaran.&lt;img src=&quot;https://matariaunews.com/gambar/images/6a915aa67e3d7.jpeg&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua FOWLER Pelalawan Tami Winata menyampaikan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak, bukan hanya mengandalkan petugas pemadam. Masyarakat juga diharapkan ikut menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Karhutla merupakan persoalan serius yang harus kita tangani bersama. Kami dari FOWLER Pelalawan memberikan dukungan penuh kepada para petugas yang berada di lapangan. Semoga api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas ke wilayah lainnya,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia juga mengapresiasi kerja keras petugas Damkar dan tim terkait yang terus berada di lapangan untuk melakukan pemadaman. Menurutnya, perjuangan para petugas patut mendapat dukungan karena mereka bekerja dalam kondisi yang tidak mudah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;FOWLER Pelalawan berharap seluruh elemen masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan serta bersama&#45;sama mencegah terjadinya Karhutla.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Mari kita jaga lingkungan. Stop membakar hutan dan lahan,” tegasnya.&amp;lt;&amp;gt;&amp;lt;&amp;gt;&amp;lt;&amp;gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://matariaunews.com/assets/berita/original/70525631592-polish_20260828_164517822.jpg"/><pubDate>Fri, 28 Aug 2026 16:54:37 +0700</pubDate><guid>https://matariaunews.com/news/detail/3910/ketua-fowler-pelalawan-turun-ke-lokasi-karhutla-bantu-petugas-damkar-padamkan-api</guid></item><item><title>FOWLER Pelalawan Apresiasi Keseriusan Camat Pangkalan Kerinci,BPBD dan Damkar Tangani Karhutla</title><link>https://matariaunews.com/news/detail/3909/fowler-pelalawan-apresiasi-keseriusan-camat-pangkalan-kerincibpbd-dan-damkar-tangani-karhutla</link><description>&lt;p&gt;MATARIAUNEWS &#45;PELALAWAN — Organisasi Forum Wartawan Lingkungan Environment Riau (FOWLER) Pelalawan memberikan apresiasi terhadap keseriusan Camat Pangkalan Kerinci dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Desa &amp;nbsp;Rantau Baru Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kamis (27/8/2026)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apresiasi tersebut Disampaikan ketua FOWLER Pelalawan Tami Winata atas keterlibatan langsung Camat Pangkalan Kerinci di lapangan dalam upaya membantu proses pemadaman dan pengendalian Karhutla bersama tim terkait.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut ketua FOWLER Pelalawan Tami Winata, kehadiran pimpinan wilayah secara langsung di lokasi kebakaran menunjukkan bentuk kepedulian dan tanggung jawab terhadap kondisi masyarakat serta lingkungan. Penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama semua pihak, baik pemerintah, petugas pemadam, perusahaan, masyarakat maupun organisasi lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;TamiWinata &amp;nbsp;menilai langkah Camat Pangkalan Kerinci yang turun langsung ke lokasi patut diapresiasi dan menjadi contoh bahwa penanganan Karhutla tidak cukup hanya dilakukan dari balik meja, tetapi membutuhkan tindakan nyata di lapangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Iya kami di FOWLER Pelalawan mengapresiasi keseriusan Camat Pangkalan Kerinci yang terus berada di lapangan dalam membantu penanganan Karhutla. Ini merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat,” ujar Ketua FOWLER Pelalawan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;FOWLER Pelalawan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama&#45;sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran sembarangan, terutama di tengah kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;FOWLER Pelalawan juga berharap sinergi antara pemerintah kecamatan, BPBD, Damkar,TNI&#45;Polri, masyarakat dan pihak perusahaan terkait lainnya terus diperkuat sehingga Karhutla dapat segera dikendalikan dan tidak meluas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Pencegahan harus menjadi tanggung jawab bersama. Jangan sampai kebakaran menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat dan aktivitas warga,” tutupnya.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://matariaunews.com/assets/berita/original/98972913773-polish_20260827_185908212.jpg"/><pubDate>Thu, 27 Aug 2026 19:32:18 +0700</pubDate><guid>https://matariaunews.com/news/detail/3909/fowler-pelalawan-apresiasi-keseriusan-camat-pangkalan-kerincibpbd-dan-damkar-tangani-karhutla</guid></item><item><title>Kobaran Api Semakin Besar, Camat Pangkalan Kerinci Bersama BPBD dan Damkar Masih Berjibaku Tangani Karhutla</title><link>https://matariaunews.com/news/detail/3908/kobaran-api-semakin-besar-camat-pangkalan-kerinci-bersama-bpbd-dan-damkar-masih-berjibaku-tangani-karhutla</link><description>&lt;p&gt;MATARIAUNEWS &#45;PANGKALAN KERINCI — Kobaran api Semakin Besar&amp;nbsp; membakar kawasan hutan dan lahan di wilayah Desa Rantau Baru Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan kembali menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Api yang masih membesar di sejumlah titik membuat proses pemadaman terus dilakukan secara intensif oleh tim BPBD Dan Damkar di Kamis (27/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di tengah kondisi tersebut, Camat Pangkalan Kerinci Junaidi SPd,M.SI masih terlihat turun langsung ke lokasi untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bersama personel BPBD Kabupaten Pelalawan dan tim Pemadam Kebakaran (Damkar) di ikuti perwakilan perusahaan setempat,Camat ikut berjibaku melakukan pemadaman di titik&#45;titik yang masih mengeluarkan kobaran api.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan kondisi medan yang cukup sulit dan kepulan asap yang tebal, petugas harus bekerja ekstra keras agar api tidak semakin meluas, kobaran api yang memakan rumput mati saat ini sudah hampir sampai ke Kanal jalan Desa Rantau Baru,Selang pemadam terus diarahkan ke titik api, sementara upaya pendinginan dilakukan untuk memastikan bara yang masih tersisa tidak kembali menyala.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kehadiran Camat Pangkalan Kerinci di lokasi menjadi bentuk keseriusan pemerintah kecamatan dalam membantu penanganan karhutla. Tidak hanya memantau dari jauh, ia ikut berada di tengah petugas dan membantu proses pemadaman secara langsung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Situasi karhutla yang masih terjadi juga menjadi perhatian bagi masyarakat. Kondisi cuaca panas dan lahan yang mudah terbakar dapat membuat api cepat menjalar apabila tidak segera ditangani.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Camat Pangkalan Kerinci kembali mengingatkan seluruh masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Kebiasaan membakar lahan dapat menimbulkan dampak yang luas, mulai dari kerusakan lingkungan hingga gangguan asap bagi masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Stop membakar hutan dan lahan. Mari kita bersama&#45;sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya karhutla,” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, tim gabungan masih terus melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi. Petugas juga berupaya memastikan titik&#45;titik api yang telah berhasil dipadamkan tidak kembali membesar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama semua pihak. Pemerintah, petugas di lapangan, perusahaan, dan masyarakat diharapkan dapat bersama&#45;sama mencegah terjadinya kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hingga saat ini, perjuangan petugas di lapangan masih berlangsung. Kobaran api yang belum sepenuhnya padam menjadi pengingat bahwa pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tugas petugas pemadam, tetapi merupakan tanggung jawab bersama.&amp;gt;&amp;lt;&amp;gt;.,&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://matariaunews.com/assets/berita/original/64738121275-polish_20260827_180157474.jpg"/><pubDate>Thu, 27 Aug 2026 18:49:51 +0700</pubDate><guid>https://matariaunews.com/news/detail/3908/kobaran-api-semakin-besar-camat-pangkalan-kerinci-bersama-bpbd-dan-damkar-masih-berjibaku-tangani-karhutla</guid></item><item><title>Camat Pangkalan Kerinci Masih Berjibaku Padamkan Api Bersama BPBD Pelalawan</title><link>https://matariaunews.com/news/detail/3907/camat-pangkalan-kerinci-masih-berjibaku-padamkan-api-bersama-bpbd-pelalawan</link><description>&lt;p&gt;PELALAWAN –Memasuki hari Ke Empat Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Camat Pangkalan Kerinci Junaidi yang akrab panggil Jhon sro ini masih turun langsung ke lokasi untuk membantu proses pemadaman bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pelalawan ,Rabu(26/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan mengenakan perlengkapan di lapangan dan memegang selang pemadam, Camat Pangkalan Kerinci Junaidi S.Pd,M,.Si bersama Jasman,S,Sos kabid pencegahan di ikuti Juliasmansya,SE.MM sekretaris BPBD kab pelalawan dan anggota BPBD lainya terlihat masih berjibaku untuk memastikan titik&#45;titik api dapat segera dikendalikan. Kondisi medan yang cukup sulit serta asap yang masih menyelimuti sejumlah lokasi membuat proses pemadaman membutuhkan waktu dan kerja sama seluruh tim.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kehadiran Camat Pangkalan Kerinci dan petugas BPBD menjadi bentuk komitmen pemerintah kecamatan dalam mendukung upaya penanggulangan karhutla. Tidak hanya berada di lokasi, pihaknya turut membantu mengarahkan serta berkoordinasi dengan tim di lapangan agar penanganan api berjalan maksimal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ini sudah memasuki hari keempat saya di sini, Kita bersama BPBD dan beberapa orang perwakilan perusahaan masih terus berupaya memadamkan api dan melakukan pendinginan di lokasi. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar,” ujar Camat Pangkalan Kerinci.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menegaskan, pencegahan karhutla membutuhkan peran semua pihak. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Jangan membakar hutan dan lahan. Dampaknya bukan hanya terhadap lingkungan, tetapi juga mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat,” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hingga hari keempat, Camat dan petugas BPBD masih melakukan pemadaman dan pendinginan secara intensif di sejumlah titik. Pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait juga terus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.&amp;gt;&amp;lt;&amp;gt;&amp;lt;&amp;gt;&amp;lt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://matariaunews.com/assets/berita/original/54884983708-polish_20260826_220208214.jpg"/><pubDate>Wed, 26 Aug 2026 22:05:50 +0700</pubDate><guid>https://matariaunews.com/news/detail/3907/camat-pangkalan-kerinci-masih-berjibaku-padamkan-api-bersama-bpbd-pelalawan</guid></item><item><title>Mahasiswa KKN UIN Suska Riau Edukasi Bank Sampah dan Olah Limbah Tutup Botol di Sorek Dua</title><link>https://matariaunews.com/news/detail/3906/mahasiswa-kkn-uin-suska-riau-edukasi-bank-sampah-dan-olah-limbah-tutup-botol-di-sorek-dua</link><description>&lt;p&gt;MATARIAUNEWS &#45;PELALAWAN &amp;nbsp;&#45; Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau di &amp;nbsp;yang tengah &amp;nbsp;melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) program kerja di Desa Sorek Dua Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan memberikan edukasi terkait&amp;nbsp;&lt;br&gt;Bank Sampah dan Pemanfaatan Limbah Tutup Botol kepada &amp;nbsp;siswa&#45;siswi di SMP Sorek Dua dan SDN 006 Sorek Dua.&lt;br&gt;Ketua KKN Mahasiswa UIN Suska Riau, Mahfidzul Amal menyebutkan Kegiatan yang berlangsung pada pekan kedua Agustus itu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mengenalkan cara sederhana dalam memilah dan memanfaatkan sampah.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&quot;Intinya kita mengajak adik adik siswa SD dan SMP peduli akan sampah, tidak membuang sampah sembarangan,&quot;terang Mahfidzul, Selasa (24/8/2026)&lt;br&gt;Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai pengelolaan bank sampah dan mengajak siswa mempraktikkan pemanfaatan limbah tutup botol plastik menjadi berbagai kerajinan kreatif, seperti gantungan kunci dan hiasan lainnya.&lt;br&gt;Mahfidzul mengungkao rasa bangganya tersebab tingginya antusias para siswa mengikuti kegiatan kegiatan tersebut. Melalui praktik yang dilakukan bersama sama, siswa tidak hanya belajar mengurangi dan memilah sampah, tetapi juga mengembangkan kreativitas serta memahami bahwa limbah yang dianggap tidak berguna dapat diolah menjadi barang yang memiliki nilai manfaat.&lt;br&gt;&quot;Ada edukasi dinkegiatan tersebut yang diterima siswa bahwa sampah itu memiliki nilai manfaat jika diolah secara tepat,&quot;lanjutnya&lt;br&gt;Program ini diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan peduli lingkungan sejak dini dan mendorong warga sekolah untuk menerapkan pengelolaan sampah secara berkelanjutan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN UIN Suska Riau dalam memberikan edukasi dan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Sorek Dua.&lt;br&gt;&quot;Semangat yang ingin kita tanamkan ke Adik adik siswa siswa adalah dari sampah menjadi karya, dari kepedulian menjadi perubahan,&quot;pungkasnya***&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://matariaunews.com/assets/berita/original/70463395364-img-20260825-wa0060.jpg"/><pubDate>Tue, 25 Aug 2026 19:31:30 +0700</pubDate><guid>https://matariaunews.com/news/detail/3906/mahasiswa-kkn-uin-suska-riau-edukasi-bank-sampah-dan-olah-limbah-tutup-botol-di-sorek-dua</guid></item><item><title>Camat Pangkalan Kerinci Pegang Selang Padamkan Api Bersama Bupati Pelalawan dan Rombongan</title><link>https://matariaunews.com/news/detail/3905/camat-pangkalan-kerinci-pegang-selang-padamkan-api-bersama-bupati-pelalawan-dan-rombongan</link><description>&lt;p&gt;MATARIAUNEWS &#45;PANGKALAN KERINCI — Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Pelalawan terus dilakukan. Pemerintah daerah bersama berbagai pihak turun langsung ke lapangan untuk memastikan api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas ke wilayah lainnya , Selasa (25/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam penanganan di lokasi, Camat Pangkalan Kerinci terlihat turun langsung memegang selang dan membantu proses pemadaman api di Desa Rantau Baru bersama Bupati Pelalawan dan rombongannya. Kehadiran langsung para pejabat di tengah proses pemadaman menjadi bentuk keseriusan pemerintah dalam menangani karhutla yang terjadi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Camat Pangkalan Kerinci bersama petugas terus berupaya mengarahkan semprotan air ke titik&#45;titik api yang masih menyala. Kondisi di lapangan menjadi perhatian serius karena api dapat dengan cepat merambat apabila tidak segera dilakukan pendinginan dan pemadaman secara menyeluruh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di lokasi kebakaran &amp;nbsp;terlihat juga Wakil Bupati Pelalawan H Husni Thamrin.S.H. dan Steakholder lainya seperti:Kepala Dinas Pemadam kebakaran dan penyelamatan Kabupaten Pelalawan (DPKP)Indrawan Putra,Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Pelalawan T Junaidi,M.Ap, Wakapolres, Kelurahan kerinci barat Yogi Setiawan,S STP,MSi dan Kepala Desa Rantau Baru NurZikri Anton.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Bupati Pelalawan H Zukri bersama rombongan turut berada di lokasi untuk memantau situasi sekaligus melihat langsung proses penanganan kebakaran. Koordinasi antara pemerintah daerah, petugas pemadam, dan unsur terkait terus dilakukan agar upaya pemadaman dapat berjalan efektif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain melakukan pemadaman, pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat kondisi lahan mudah terbakar. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan yang dapat memicu munculnya titik api baru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Camat Pangkalan Kerinci&amp;nbsp; Junaidi menegaskan bahwa pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas di lapangan, tetapi membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Stop membakar hutan dan lahan. Mari kita bersama&#45;sama menjaga lingkungan dan mencegah karhutla agar tidak semakin meluas,” menjadi pesan tegas yang disampaikan dalam upaya mengajak masyarakat ikut menjaga wilayah dari ancaman Ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kehadiran langsung pimpinan daerah dan jajaran di lokasi juga menunjukkan bahwa penanganan karhutla menjadi perhatian bersama. Pemadaman terus dilakukan hingga kondisi di lokasi benar&#45;benar aman dan tidak kembali muncul titik api.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masyarakat yang melihat adanya kepulan asap atau titik api di sekitar permukiman maupun kawasan lahan diharapkan segera melaporkannya kepada pihak terkait. Langkah cepat sangat diperlukan agar api dapat ditangani sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemerintah Kabupaten Pelalawan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama&#45;sama menjaga lingkungan, tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, serta ikut membantu memberikan informasi apabila ditemukan potensi kebakaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan sinergi antara pemerintah, petugas, masyarakat, dan seluruh pihak terkait, penanganan karhutla diharapkan dapat berjalan maksimal sehingga api segera padam dan kondisi lingkungan kembali aman.&amp;lt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;lt;&amp;gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://matariaunews.com/assets/berita/original/71949944769-img_20260825_144959.jpg"/><pubDate>Tue, 25 Aug 2026 16:02:22 +0700</pubDate><guid>https://matariaunews.com/news/detail/3905/camat-pangkalan-kerinci-pegang-selang-padamkan-api-bersama-bupati-pelalawan-dan-rombongan</guid></item></channel></rss>