MATARIAUNEWS-Pangkalan Kerinci- Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pelalawan,Eko Novitra ST.M,.Si, secara resmi membuka acara konsultasi publik studi penapisan Area Bernilai Konservasi Tinggi (NKT) dan Hutan Berstok Karbon Tinggi (SKT) yang diselenggarakan oleh Lembaga swadaya masyarakat (LSM)landscape Programme dan Arthworm di Aula Kantor Bapedda Kabupaten Pelalawan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengumpulkan masukan publik terkait identifikasi kawasan strategis di Pelalawan yang berperan penting dalam konservasi ekosistem dan penyerapan karbon.Selasa(20/1/2026).
Studi penapisan SKT dan NKT yang menjadi bahan diskusi telah disusun oleh Lembaga swadaya masyarakat (landscape Programme dan Arthworm)dengan mengacu pada standar nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta pedoman internasional terkait perubahan iklim. Proses penyusunan studi sebelumnya telah melalui tahapan survei lapangan, analisis data spasial, dan verifikasi awal bersama pihak terkait.
Dalam sambutan pembukaan, Kadis DLH menyampaikan pentingnya partisipasi publik dalam pengawasan kebijakan lingkungan baik dari elemen masyarakat,LSM ataupun steak holder lainya,bahkan pemerintah kabupaten Pelalawan akan segera membuat perbup untuk menjaga keasrian alam dan lingkungan disekitar kabupaten Pelalawan,
"Kawasan SKT dan NKT di Pelalawan bukan hanya aset ekologis, tetapi juga berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat lokal. Melalui konsultasi ini, kami ingin memastikan bahwa setiap pandangan dan kebutuhan masyarakat dapat terwakili dalam hasil akhir studi," ucapnya.
Acara dihadiri juga oleh berbagai organisasi masyarakat lokal, akademisi dari perwakilan sektor usaha(Perusahaan), serta perwakilan dari dinas terkait seperti Dinas Kehutanan dan Bappeda Kabupaten Pelalawan.
Selain itu dalam acara ini juga di buka sesi diskusi tanya jawab, peserta diajak untuk menyampaikan masukan terkait pemetaan kawasan, dampak potensial konservasi terhadap aktivitas masyarakat, serta model pengelolaan kawasan yang dapat memberikan manfaat bersama. Beberapa poin yang menjadi fokus perbincangan meliputi klarifikasi batas wilayah, program ekonomi alternatif bagi masyarakat sekitar hutan, dan mekanisme pemantauan yang transparan.
Setelah proses konsultasi selesai, laporan studi yang telah disempurnakan akan diumumkan secara terbuka dan menjadi dasar untuk penyusunan kebijakan dan peraturan daerah terkait pengelolaan SKT dan NKT di Kabupaten Pelalawan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat konservasi lingkungan, mendukung mitigasi perubahan iklim di Kabupaten Pelalawan.><><><><>

