MATARIAUNEWS- -PELALAWAN-Berkaitan dengan laporan mengenai kritikan warga terhadap pengangkutan sampah yang dinilai tidak optimal di Kabupaten Pelalawan beserta adanya pungutan tak wajar oleh pekerja lapangan,Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pelalawan memberikan klarifikasi terkait upaya yang tengah dilakukan untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah di Kota Pangkalan Kerinci,Jum'at(16/1/2026).
Dalam keterangan resmi yang diterima, Kepala DLH Kabupaten Pelalawan Eko Novitra.ST.M.,SI menyampaikan kepada Media MATARIAUNEWS,bahwa beberapa faktor menjadi penyebab tantangan dalam pengangkutan sampah, antara lain keterbatasan jumlah armada pengangkut yang operasional serta jarak tempuh yang cukup jauh untuk mencapai beberapa wilayah terpencil.
"Kami telah melakukan evaluasi berkala terhadap jadwal pengangkutan dan sedang berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempermudah menjangkau sampah Msyarakat dan menyempurnakan rute pengangkutan agar lebih efisien," ujarnya.
Selain itu, mengenai adanya pungutan tak wajar yang di lakukan oknum pekerja DLH seperti yang di laporkan, Eko Novitra juga mengatakan,persoalan itu telah di lakukan tindakan berupa teguran, kondisi tersebut tentu akan ada pembenahan dari DLH Pelalawan,di samping itu DLH juga menekankan kepada setip pekerja agar tidak ada lagi alasan setiap anggota untuk lalai atau meminta pungutan kepada warga,sebab di mulai akhir tahun 2025 kemari sampai selanjutnya,Gaji petugas telah di naikan oleh Bupati Pelalawan H, Zukri.
"Sekarang ini tidak ada alasan lagi petugas kita tidak mau mengambil sampah apalagi dengan meminta duit sama warga baru sampah di ambil,Petugas, kita tahun 2025 gaji mereka sudah di naikan oleh Bapak Bupati Pelalawan,sehingga nggak ada alasan bagi mereka untuk tidak kerja profesional,dan kami berharap bagi masyarakat yang di layani pemungutan sampah kalau ada petugas kita nggak mau angkat sampah tolong laporkan aja ke klik pelalawan kita akan meresponnya 1 x 24 jam,Tegas Eko Novitra.
Di samping itu pihak DLH juga minta kepada masyarakat harus bisa bekerja sama untuk menempati sampah-sampahnya di tempat yang bisa di lalui oleh kendaraan DLH, karena untuk saat ini kita masih menggunakan dump truk untuk mengangkat sampah sampai TPA dan kalau bisa di lakukan pemilahan terlebih dahulu di rumah masing-masing sehingga tidak semua sampah di buang ke tpa karena masih banyak dari sampah tersebut bisa di manfaatkan dgn sistem 3 R ><><<><>

