Perkuat Tata Kelola dan Cegah Korupsi, Perumda Tuah Sekata Ikuti Asistensi BPKP Riau

Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:59:35 WIB

PELALAWAN – Komitmen memperkuat tata kelola perusahaan yang bersih, transparan, dan akuntabel terus menjadi perhatian Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tuah Sekata Kabupaten Pelalawan. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Asistensi Peningkatan Efektivitas Pengendalian Korupsi pada Perumda Tuah Sekata Tahun 2026 yang digelar di Auditorium Lantai III Kantor Bupati Pelalawan, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan strategis ini dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Pelalawan, Tengku Zulfan, S.E., yang juga menjalankan fungsi pengawasan terhadap Perumda Tuah Sekata, Asisten II Setdakab Pelalawan Drs. Fakhrizal, M.Si., Direktur Utama Perumda Tuah Sekata dr. Denny Gunawan, M.M., jajaran Dewan Pengawas, Direksi, serta seluruh pegawai Perumda Tuah Sekata.

Turut hadir Agung Tri Kartiwa, Ak., CA, CFrA, CGCAE, C.MED, FRMP, ASKOM, selaku Wakil Penanggung Jawab dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Riau.

Asistensi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sistem pengendalian internal, meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi, serta membangun budaya integritas di lingkungan perusahaan daerah. Lebih dari sekadar agenda administratif, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memastikan pengelolaan perusahaan berjalan profesional dan terbebas dari praktik korupsi.

Dalam sambutannya, Direktur Utama Perumda Tuah Sekata, dr. Denny Gunawan, M.M., menegaskan bahwa penguatan pengendalian korupsi merupakan bagian penting dari upaya membangun perusahaan daerah yang sehat, profesional, dan dapat dipercaya masyarakat.

“Bagi kami, pengelolaan Perumda Tuah Sekata harus terus diarahkan menjadi semakin bersih, transparan, dan akuntabel. Integritas tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus tercermin dalam setiap proses pengambilan keputusan, pelaksanaan pekerjaan, hingga pertanggungjawaban penggunaan anggaran dan aset perusahaan,” demikian pesan yang ditekankan dalam semangat kegiatan tersebut.

Denny juga memandang asistensi dari BPKP sebagai kesempatan berharga untuk mengevaluasi sekaligus menyempurnakan sistem pengendalian internal perusahaan. Melalui pendampingan tersebut, berbagai potensi risiko dapat diidentifikasi lebih dini dan ditangani secara sistematis.

Ia berharap seluruh jajaran Dewan Pengawas, Direksi, hingga pegawai memiliki komitmen yang sama dalam menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).

“Pencegahan korupsi harus dimulai dari kesadaran dan keteladanan setiap individu. Kita ingin membangun sistem kerja yang tertib, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga Perumda Tuah Sekata mampu meningkatkan kinerja sekaligus menjaga kepercayaan pemerintah daerah dan masyarakat,” menjadi pesan penting bagi seluruh insan perusahaan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Pelalawan, Tengku Zulfan, S.E., yang juga menjalankan fungsi pengawasan terhadap Perumda Tuah Sekata, mengingatkan pentingnya keseriusan seluruh jajaran perusahaan dalam menindaklanjuti setiap rekomendasi dan masukan yang diberikan melalui kegiatan asistensi.

Menurutnya, perusahaan daerah memiliki tanggung jawab besar karena pengelolaannya berkaitan dengan aset dan kepentingan pemerintah daerah. Oleh sebab itu, setiap kebijakan, penggunaan anggaran, serta pengambilan keputusan harus dilaksanakan secara cermat, transparan, dan sesuai aturan.

“Pengendalian korupsi tidak boleh berhenti pada kegiatan asistensi atau sebatas pemenuhan dokumen administrasi. Yang paling penting adalah bagaimana hasil kegiatan ini diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari, sehingga mampu memperkuat sistem pengawasan, menutup celah penyimpangan, dan meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan,” menjadi penekanan yang relevan bagi seluruh jajaran Perumda Tuah Sekata.

Tengku Zulfan juga mengingatkan bahwa pengawasan bukan semata-mata untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan setiap proses berjalan sesuai ketentuan dan setiap risiko dapat dikendalikan sejak awal.

Karena itu, koordinasi antara Dewan Pengawas, Direksi, dan seluruh pegawai harus terus diperkuat. Setiap unsur organisasi perlu memahami peran dan tanggung jawabnya, menjalankan tugas secara profesional, serta berani membangun budaya kerja yang terbuka terhadap evaluasi.

Ia berharap Perumda Tuah Sekata mampu menunjukkan perbaikan tata kelola yang nyata, tidak hanya dalam aspek administrasi dan kepatuhan, tetapi juga dalam efektivitas operasional, pengelolaan aset, serta kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pelalawan.

Kehadiran BPKP Perwakilan Provinsi Riau dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya memperkuat efektivitas pengendalian korupsi melalui pendekatan pencegahan, identifikasi risiko, dan perbaikan sistem tata kelola.

Asistensi tersebut diharapkan membantu perusahaan mengidentifikasi titik-titik rawan penyimpangan, memperkuat mekanisme pengawasan internal, serta memastikan pelaksanaan kegiatan usaha berjalan sesuai prinsip kepatuhan dan akuntabilitas.

Terkini