Cegah Genangan Saat Hujan,Lumpur dan Sampah Dibersihkan

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:57:58 WIB

PELALAWAN — Mengantisipasi potensi genangan air saat musim hujan, petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pelalawan terus melakukan pembersihan saluran drainase di kawasan perkotaan. Lumpur, sampah, dan material yang berpotensi menghambat aliran air diangkat langsung oleh petugas dari dalam saluran.

Aktivitas tersebut terlihat dari sejumlah petugas yang bekerja di tepi jalan dengan menggunakan peralatan manual. Mereka membersihkan endapan yang menumpuk di dalam drainase, kemudian mengangkat material tersebut agar tidak kembali menghambat aliran air.

Pekerjaan ini menjadi bagian penting dari pemeliharaan lingkungan perkotaan. Pasalnya, drainase yang dipenuhi lumpur dan sampah berpotensi mengalami penyumbatan, sehingga kemampuan saluran dalam menampung dan mengalirkan air hujan dapat berkurang.

Kepala DLH Kabupaten Pelalawan Eko Novita menegaskan bahwa pemeliharaan drainase tidak boleh hanya dilakukan ketika genangan atau banjir sudah terjadi,Pembersihan secara berkala diperlukan untuk menjaga fungsi saluran air sekaligus mendukung terciptanya lingkungan perkotaan yang bersih dan tertata.

“Pembersihan drainase merupakan salah satu langkah penting untuk menjaga kelancaran aliran air. Endapan lumpur dan sampah yang berpotensi menghambat saluran harus ditangani secara berkala, terutama dalam menghadapi peningkatan curah hujan,” demikian kutipan yang dapat digunakan setelah dikonfirmasi kepada Kepala DLH.

Menurutnya, upaya pemerintah melalui petugas di lapangan perlu diimbangi dengan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah ke dalam drainase. Saluran yang sudah dibersihkan harus kita jaga bersama agar tidak kembali tersumbat. Persoalan kebersihan lingkungan membutuhkan kepedulian semua pihak,” lanjutnya.

Pembersihan drainase membutuhkan ketelitian, terutama pada bagian saluran yang mengalami pendangkalan akibat endapan tanah dan lumpur. Material yang menumpuk harus diangkat agar tidak mempersempit ruang aliran air.

Di lapangan, petugas bekerja secara langsung dengan peralatan yang tersedia. Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa menjaga kebersihan kota bukan sekadar persoalan penampilan, melainkan juga menyangkut fungsi infrastruktur lingkungan yang digunakan masyarakat setiap hari.

Pemeliharaan drainase yang dilakukan secara konsisten dapat membantu mengurangi risiko penyumbatan. Namun, efektivitasnya juga bergantung pada kondisi saluran, kapasitas drainase, serta kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah.

Pembersihan saluran air menjadi pengingat bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan petugas kebersihan. Tanpa perubahan perilaku masyarakat, saluran yang telah dibersihkan berisiko kembali dipenuhi sampah.

Karena itu, masyarakat diimbau membuang sampah pada tempatnya, tidak menutup jalur aliran air dengan material sembarangan, serta melaporkan apabila menemukan saluran yang tersumbat atau membutuhkan penanganan.

Melalui pemeliharaan drainase dan keterlibatan masyarakat, DLH Kabupaten Pelalawan diharapkan dapat terus mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.

Terkini